Oleh : Desi Dian S.
(Mahasiswa Universitas Merdeka Malang)
Mediaoposisi.com-Pidato kontroversional yang dilakukan oleh Grace Natalie ketua Partai Soliadaritas Indonesia (PSI) yang menyatakan menolak praktik poligami menuai perdebatan.
Grace menyampaikan  jika lolos pemilu, PSI akan menjadikan poligami larangan bagi seluruh pejabat publik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta Aparatur Sipil Negara.
Bahkan mereka juga bertekad merivisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang memperbolehkan poligami.
Alasan grace, partainya menolak poligami dengan mengutip hasil studi yang dilakukan LBH APIK  diantaranya menilai poligami adalah bentuk penindasan dan subordinasi posisi perempuan di hadapan laki-laki.
Selain itu, poligami rawan memicu kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan terakhir praktik poligami menyebabkan anak-anak menjadi korban dan mengalami proses tumbuh-kembang yang tidak sehat.
Lucunya lagi sikap PSI tersebut didukung oleh komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe'i dengan mengatakan poligami bukan ajaran islam, imam Nahe’i bahkan menyebut bahwa poligami adalah kekerasan terhadap perempuan.  (detik.com 15 -12-2018).
Menyatakan Poligami bukan ajaran islam adalah hal yang menyesatkan sebab nabi Muhammad SAW juga melakukan praktik poligami.
Menanggai hal tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas menyampaikan bahwa bila ada yang mengatakan “poligami bukan ajaran Islam” jelas tidak berdasar dan menyesatkan (hidayatullah.com, 17/12/2018).
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Helmy Faishal Zaini, yang menyatakan Komnas Perempuan harus bisa membedakan antara ajaran Islam di satu sisi dengan kasus perilaku menyimpang dalam praktik poligami di sisi yang lain.
Tanggapan serupa juga muncul dari Abdul Mu’ti selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengatakan bahwa Islam tidak melarang dan tidak menganjurkan poligami. (hidayatullah.com, 17/12/2018).
Adalah hal yang lancang bila mengatakan poligami bukan ajaran Islam padahal statement tersebut tak seharusnya keluar dari partai atau komisi perempuan untuk menghukumi syariat dalam agama Islam.
MUI dan organisasi Islam saja tak pernah melarang praktek poligami, PSI seolah menjadi pahlawan kesiangan dengan menyatakan menolak praktik poligami.
Mendulang Suara Dengan Segala Cara
PSI dengan mengeksploitasi ketakutan dan kekuatiran perempuan dan menempatkannya sebagai “korban” seakan ingin memperjuangkan hak perempuan dengan menolak poligami.
Bahkan kemudian viral video yang dibuat oleh salah seorang kader PSI yang juga seorang publik figur, Giring Mahesa, tentang menolak praktik poligami dengan dalih melindungi perempuan dan anak sejatinya hanya kedok semata untuk menghimpun dukungan suara partai menjelang pemilu serentak 2019.
Kejadian ini bukan pertama kali dilakukan oleh PSI, Grace Natalie berani mengatakan bahwa PSI tidak akan pernah mendukung perda syariah pada pidato peringatan ulang tahun PSI keempat di Tangerang (11/11/18),  Alasannya, perda-perda tersebut menimbulkan intoleransi, diskriminasi dan mereduksi hak warga negara.
Dengan begitu nampaklah PSI secara terang-terangan menyerang ide Islam dan ajarannya dengan menyebarkan ide sekuler  yakni mengkriminalisasikan poligami dan menyebarkan Islamphobia.
Hal ini bisa berdampak pada upaya melenyapkan hukum Islam yang tersisa dan masih diterapkan di Indonesia.
Harapannya mungkin dengan mewakili “suara hati” perempuan yang tak sudi dimadu akan mampu mendongkrak perolehan suara dari mereka. Benarkah? Kita lihat saja nanti, sebab kerja dakwah di tengah perempuan juga gencar yang telah mampu  membuka cara pikir kaum hawa terhadap syariat, termasuk syariat Poligami.
Mereka lebih khawatir dengan pergaulan bebas, prostitusi dan kawin kontrak, yang prakteknya merusak kehormatan para perempuan. Justru Poligami lebih memuliakan. Opini mana yang lebih kuat?
Islam Sebagai Solusi
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka adzab yang pedih. [an-Nahl /16 : 116-117]
Begitulah ketika pemikiran seorang yang sekuler maka tak heran bila ide yang disampaikan juga sekuler dan ketika umat telah dijaukan dari agamanya dengan ide bukan dari Islam maka kerusakan akan terjadi.
Islam adalah agama yang syamil dan kamil, syariat poligami bukanlah sebuah pilihan untuk manusia bisa menolaknya, sebab ia datang dari Allah dan sesuatu yang datang dari Allah pasti akan mendatangkan kemaslahatan.
Tahun-tahun ke depan, pertarungan pemikiran Islam dan Sekuler seolah semakin sengit.  Maka sungguh tak layak umat Islam mendukung rezim dan pendukungnya, yang jelas-jelas anti Islam.  Umat semakin rindu perubahan hakiki, ke arah Islam Kaffah.  
Tak cukup ganti rezim, apalagi cuma ganti person.  Ganti Sistem jelas solusi terbaik, agar umat dan ajaran Islam dapat terjaga eksistensinya.  Yang jelas keberkahan akan diturunkan Allah Swt untuk seluruh alam, apalagi Indonesia yang terus dirundung masalah sepanjang 2018 ini.[MO/AD]

Posting Komentar