Oleh: Nurul Fitri
(Member Forum Muslimah Peduli Umat)

Mediaoposisi.com- Berita penindasan dan kekerasan kembali terdengar. Kali ini dari saudara-saudara kita di Uighur China,  dan ini menambah daftar panjang jumlah kaum muslim yang mengalami tindak kekerasan di negaranya sendiri.

Pemerintah Komunis China memperlakukan kaum muslim Uighur dengan kejam. Mereka memaksa Muslim Uighur untuk melupakan identitas keislaman mereka, melarang sholat,  puasa, membaca Al-quran, dan belajar agama.  Hingga kini mereka menahan para laki-laki muslim Uighur di kamp-kamp konsentrasi yang lebih mirip tahanan besar. Disana mereka melakukan pencucian otak agar meninggalkan islam, dan menanamkan doktrin komunisme. Mereka bahkan dipaksa untuk makan babi dan minum alkohol.

Sedangkan para muslimahnya,  mereka dipaksa untuk menikah dengan laki-laki China yang komunis dengan tujuan untuk menghilangkan generasi Uighur selanjutnya, bahkan wanita-wanita dibawa ke kamp-kamp dan diperkosa dan dibunuh jika mereka menolak. (Hisayatullah.com)

Nasib seperti ini tidak hanya di alami oleh saudara-saudara kita di Uighur,  tetapi juga dialami oleh Muslim Palestina, Suriah, Afganistan, Yaman, Afrika, Rohingya, dan banyak lagi lainnya.
     ‎
Seolah menambah miris hati adalah diamnya para penguasa-penguasa muslim di dunia dengan kejadian ini. Mereka sedikitpun tidak punya keberanian untuk berdiri membela mendukung saudaranya yang tertindas, bahkan mereka meneruskan persahabatan dengan China. Indonesia menganggap bahwa ini adalah masalah dalam negeri China yang tidak perlu di campuri.

Semua penderitaan yang dialami kaum muslim ini semakin menegaskan bahwa betapa butuhnya umat ini dengan Khalifah. Karena hanya khalifahlah yang mampu menyatukan seluruh kaum muslim di berbagai negara,  bertanggung jawab dan menjadi perisai dan pelindung umat islam,  sekaligus menjadi penjaga Agama, kehormatan darah dan harta mereka. Khalifah juga yang akan menjaga kesatuan dan persatuan serta keutuhan setiap jangkal wilayah kaum muslim.

Semoga semua penderitaan ini bisa menyadarkan ummat,  tentang pentingnya persatuan dan kesatuan dibawah naungan khilafah,  agar penerapan islam segera terlaksana dan membawa perubahan di tengah-tengah umat islam baik yang ada di luar negeri maupun yang ada di dalam negeri. Sehingga penderitaan yang saat ini di rasakan oleh kaum muslim berubah menjadi kemulyaan dan kesejahteraan, Aamiin.[MO/sr]



Posting Komentar