Oleh : Luluk Afiva 

Mediaoposisi.com- "Melalui perilaku mulia dan damai
Sebarkanlah ucapan yang manis
Hiasilah dunia dengan sikap sayang 
Sebarkanlah diantara insan
Inilah islam agama perdamaian"

Inilah penggalan lirik lagu deen assalam dalam bahasa indonesia yang sempat viral sebelumnya di dunia maya, pesan yang ingin disampaikan bahwa agama islam merupakan agama yang damai. Sekilas tidak ada yang salah dengan lagu ini, hanya saja lagu deen assalam ini tidaklah cukup mewakili definisi islam secara utuh.

Lagu tersebut  seolah menggambarkan bahwa islam itu agama yang damai, umat islam berperilaku mulia, damai dan berkasih sayang. Sementara publik menggiring opini bahwa islam identik dengan konflik, kekerasan, dan menimbulkan teror di tengah - tengah masyarakat yang plural.

Mengutip dari CNN Indonesia (19/12/2018) Datasemen Khusus 88/anti teror Polri menangkap sebanyak 21 orang terduga teroris jelang hari raya natal 2018 dan tahun baru (2019). Meskipun kepolisian belum menemukan indikasi serangan teror di dua perayaan itu.

Sebagaimana menurut wakapolda jatim Brigjen Pol Toni Hermanto saat memimpin apel gelar pasukan operasi lilin semeru 2018 di Mapolda Jatim, "terkait terorisme yang cenderung dilakukan masyarakat, pada saat natal dan tahun baru  telah disebar 18 ribu personel untuk mengantisopasinya. (jatinow.com :21/12/2018)

Berdasarkan fakta tersebut terlihat bahwa aparat/pemerintah sangat sigap dalam melakukan upaya pengamanan, bahkan sekelompok pelaku yang baru terduga melakukan tindakan teror ditangkap dan langsung diberi label 'teroris'.

Sementara disisi lain OPM yang sudah jelas melakukan aksi pembunuhan terhadap puluhan pekerja di papua termasuk TNI yang dilakukan secara terorganisir menggunakan senapan laras panjang, laras pendek dan senjata tajam berbeda sikap yang dilakukan oleh aparat(pemerintah), mereka tidak disebut sebagai teroris, padahal jelas tindakan mereka menimbulkan teror dan meresahkan masyarakat.

Dari sinilah nampak pemerintah terlihat represif terhadap umat islam, sebagaimana kasus- kasus-kasus yang terjadi sebelumnya dimana orang islam yang diduga menjadi bagian dari aksi terorisme, baru terduga saja sudah ditangkap, ada yang disiksa, bahkan ditembak mati ditempat tanpa dibuktikan terlebih dahulu dipengadilan. Lebih ironisnya lagi ada yang dibunuh usai shalat atau pengajian di masjid, padahal diantara mereka tidak melakukan apa-apa.

Oleh karena itu umat islam harus cerdas menyikapi berbagai isu dan narasi-narasi yang dipublikasikan oleh orang-orang kafir dan antek-anteknya terhadap umat islam, kita tidak boleh terprovokasi dengan berbagai propaganda mereka.

Pada hakekatnya isu terorisme itu merupakan agenda barat dan teror mereka terhadap umat islam untuk memojokkan umat islam dan menimbulkan ketakutan (islamophobia) serta menjauhkan umat dari islam yang kaffah. Mereka tidak ingin umat islam bersatu dan bangkit, Sehingga mereka tidak akan pernah berhenti melakukan konspirasi dan makar-makar yang dialamatkan terhadap umat islam.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Qur'an surat albaqarah ayat 120 ;

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُ
Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha’ kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka” (QS. al-Baqarah: 120).[MO/sr]





Posting Komentar