Oleh : Tri Endah Nugraheni, S.Pd

Mediaoposisi.com-  Sabtu ( 5/1/2019 ) harga BBM Pertamax cs turun. Penurunan harga Pertamax cs
bervariatif mulai dari Pertalite turun Rp.150 per liter, Pertamax turun Rp. 200 per liter, Pertamax
Turbo turun Rp. 250 per liter, Dexlite turun Rp. 200 per liter dan Dex turun Rp 100 per liter. (https:m.detik.com).

Menyikapi penurunan harga ini, Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon menilai Pertamina lambat menyikapi harga minyak dunia, menurutnya Pertamina bisa menurunkan harga Pertamax Cs sejak dulu.

Seiring dengan masuk ke tahun politik, Fadli juga menilai turunnya harga pertamax merupakan kebijakan politis. Penurunan harga BBM non subsidi awal tahun dianggap lambat Sebab harga minyak dunia saat ini mulai merangkak naik. Dilansir Reuters, Harga minyak mentah dunia berjangka Brent LCOc1 naik USD 1,11 atau 1,98 persen menjadi USD 57,06 per barel.

Sementara harga minnyak dunia mentah berjangka West Texas Intermediet AS naik 87 sen
menjadi USD 47,96 per barel atau 1,85 persen. BBM adalah kebutuhan dasar rakyat yang sangat penting. Naik turunnya BBM berpengaruh pada naik turunnya harga-harga kebutuhan pokok lainnya.

Jika harga BBM gampang dipermainkan oleh kepentingan penguasa maka lagi – lagi rakyat yang dirugikan. BBM merupakan hajah hidup orang banyak seharusnya penguasa mengelolanya dengan baik untuk kesejahteraan rakyat. Indonesia adalah negeri yang kaya minyak tetapi masih saja ada persoalan dengan BBM.

Hal ini disebabkan karena salah dalam pengelolaan minyak. Seharusnya tambang minyak yang hakikatnya adalah harta milik umum dikelola oleh negara dan hasilnya kembali kepada pemilik hakikinya yakni rakyat. Demikian itulah pengelolaan minyak sesuai syariah yang akan menyejahterkan rakyat, bukan politik pencitraan yang mengorbankan rakyat ala demoktasi. [MO/ra]

Posting Komentar