Oleh:Ernadaa Rasyidah
(Member Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com- Tinggal menghitung hari jelang perhelatan akbar pilpres. Semula, KPU berencana untuk melakukan sosialisasi visi dan misi dari kedua capres dan cawapres yang bertujuan untuk memberikan pengenalan awal kepada masyarakat mengenai visi dan misi dari kedua kandidat, sebelum digelarnya debat.

Akan tetapi, karena kedua belah pihak memiliki pandangan yang berbeda dan tidak menemukan titik temu, akhirnya menjadi alasan KPU untuk melakukan pembatalan.

Jubir divisi hukum tim Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman mislanya, menyatakan idealnya pasangan calon memaparkan langsung visi dan misi setiap kandidat. Namun, lain halnya dengan kubu Jokowi. Mereka menyatakan hal itu cukup disampaikan oleh perwakilan timses. Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding Kompas.com 05/01/19


Diduga, perbedaan pandangan kedua kubu inilah yang menjadi latar belakang KPU akhirnya melakukan pembatalan.

"Soal sosialisasi visis misi, tadi malam sudah diputuskan agar sosialisasi visi dan misi dapat dilaksanakan sendiri-sendiri, tempat dan waktu yang mereka tentukan sendiri.Tidak lagi difasilitasi oleh KPU". Kata Arief Budiman, Sabtu (5/1/2018) di Jakarta Pusat.
Nusantaranewa.co 05/01/19

Alasan pembatalan yang dilakukan oleh KPU terkesan sarat dengan kepentingan. KPU sebagai lembaga independen harusnya mampu memfasilitasi penyampaian visi dan misi masing-masing capres dan cawapres.

Bagaimanapun juga, penyampaian visi dan misi menempati porsi yang sangat penting dan akan menjadi bahan pertimbangan bagi rakyat agar tidak salah dalam memilih pemimpin. Visi dan misi setiap kandidat seharusnya disampaikan langsung oleh calon pemimpin itu sendiri, agar publik bisa memberikan penilaian juga jalan untuk mendapatkan kepercayaan dari rakyat.

Demokrasi Lahirkan Pemimpin Minus Visi dan Misi
Sistem dan rezim adalah dua elemen penentu arah perubahan sebuah negara. Bagai dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan, bersinergi mencapai tujuan yang diinginkan.
Jargon demokrasi "dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat" faktanya hanya sebuah jargon utopia yang tidak pernah memberikan keberpihakan riil pada rakyat secara keseluruhan.



Sekularisme yang menjadi asas dalam sistem demokrasi, tidak memberikan ruang bagi agama dan pencipta dalam mengatur kehidupan. Maka wajar,  pertentangan dan kekacauan menjadi santapan sehari-hari. Syahwat berkuasa, hingga rebutan kursi lebih penting daripada serangkaian visi misi.

Inilah tabiat alami sistem demokrasi, menghalalkan segala cara untuk amankan posisi.
Wajar kemudian jika sistem bobrok ini melahirkan pemimpin-pemimpin dzhalim, tidak amanah, pemimpin ingkar janji dan tidak bertanggung jawab dalam mengurusi rakyatnya.


Karakteristik Kepemimpinan Dalam Islam
Islam adalah pandangan hidup yang sempurna. Mengatur kehidupan manusia secara rinci dan menyeluruh. Islam hadir memberikan soslusi, yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan jiwa.

Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah yang pasti akan dipertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah sang pencipta.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda :

“Setiap Kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya”. (HR. Bukhari Muslim)

Seorang pemimpin seharusnya memiliki visi dan misi yang jelas. Memiliki sifat-sifat terpuji, menepati janji, mampu melaksanakan amanah kepemimpinan, bertanggung jawab dalam mewujudkan dan menjaga kedaulatan sebuah negara.


Lebih khusus,  secara individu seorang pemimpin memiliki pribadi yang kuat. Kuat secara pemikiran, cerdas dan faham tentang tatalaksana kenegaraan. Memilki sensitifitas/kepekaan yang tinggi dan selalu mengikatkan setiap amal perbuatannya sesuai tuntunan syariat.

Pribadi seorang pemimpin haruslah bertakwa, memiliki kesadaran ruhiyah yang tinggi, tidak egois, tidak rakus dan tidak dzholim dalam melakukan pelayanan terhadap rakyatnya. Sehingga mampu menjalankan amanah dan Tanggung jawab kepemimpinan dengan tepat dan benar.

Seorang pemimpin haruslah memiliki kecintaan yang tinggi kepada rakyatnya, menyayangi dan mengutamakan mereka, mempermudah segala urusannya bukan mempersulit, memberikan berita gembira, menyenangkan hatinya, bukan malah menakut-nakuti

Paket kepemimpinan yang komplit ini hanya didapatkan dalam sistem Islam, lahir dari sistem warisan Rasulullah yang telah teruji hampir 14 abad lamanya dan secara gemilang menaungi 2/3 belahan dunia.

Sistem pemerintahan itu bernama khilafah, yang akan menerapkan seluruh aturan Islam secara kaffah, menyebarkan dakwah dan jihad ke seluruh penjuru dunia. In syaa Allah.[MO/sr]



Posting Komentar