Oleh: Astuti Djohari 
(STKIP Kusuma Negara) 

Mediaoposisi.com- Tinggal menghitung hari,pesta demokrasi serempak yang secara  besar-besaran sebentar lagi akan segara dimulai, maka para elit politik juga sudah mulai mengeluarkan rayuan mautnya yang akan disampaiakan kepada para pemegang kekuasaan tertinggi yang pada nanti  saatnya tiba sang pemegang kekuasaan tersebut akan menentukan hak pilihnya jagoan manakah yang akan ia pilih untuk memimpin bangsa ini selama 5 tahun mendatang.

Seperti yang biasanya terjadi pada tahun-tahun sebelumnya para calon legislatif maupun calon eksekutif memaparkan visi dan misinya,mau dibawa kemana bangsa ini selama 5 tahun kedepan maka sudah sepatutnya mereka menyampaikan visi misinya dengan jelas dan transparan agar semua masyarakat tau gambaran kinerjanya seperti apa. Tahun berganti peraturan pun berganti, seperti halnya yang terjadi pada saat ini masyarakat diberi surprise oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dengan adanya peraturan bahwasannya sang calon eksekutif (capres/cawapres) tidak erlu lagi memaparkan visi maupun misinya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana sosialisasi visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak akan difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

Keputusan tersebut diambil berdasar kesepakatan antara KPU dengan tim kampanye pasangan calon melalui rapat bersama yang digelar pada Jumat (4/1/2019) malam.

Sosialisasi tetap akan dilakukan, tetapi oleh masing-masing tim kampanye.
"Sosialisasi visi-misi tadi malam juga sudah diputuskan, silakan dilaksanakan sendiri-sendiri tempat dan waktu yang mereka tentukan sendiri. Jadi, tidak lagi difasilitasi oleh KPU," kata Ketua KPU Arief Budiman saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019) Kompas.com

Tentu saja keputusan KPU tersebut membuat tanda tanya besar dikalangan masyarakat, karena visi misi seorang pemimpin sangat penting diketahui oleh semua khayalak ramai. Contoh kecilnya seperti dalam Organisasi Intra Sekolah (OSIS) diaman seorang calon ketua OSIS saja harus memaparkan visi misinya dengan jelas dan transparan  pada semua siswa agar satu sekolahan dapat mengetahui bagaimana  gambaran kerja sang OSIS nanti dan program-program apa saja yang akan dilakukan selama dia menjabat menjadi ketua OSIS. Itu hanya contoh kecilnya saja, bagamana yang terjadi jikalau sang pemimpin negeri tidak transparan dalam hal tersebut?

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyayangkan sikap KPU yang tidak jadi memfasilitasi penyampaian Visi Misi Pasangan Capres sangat disayangkan.

Menurut Karyono Wibowo, justru penyampaian visi misi capres yang seharusnya dikedepankan agar masyarakat mengetahui arah pembangunan yang akan dilaksanakan pada 5 tahun ke depan.
"Penyampaian visi misi justru sangat substansial dan penting dalam pertarungan politik modern. Karenanya penyampaian visi misi seharusnya mendapat porsi terbesar dalam tahapan pemilu," tegas Karyono Wibowo kepada Tribunnews.com, Minggu (6/1/2019). Tribunnews.com

Analoginya seperti ketika kita akan membeli rumah baru, tentu saja kita harus mengetahui denah lokasinya dimana, dekatkah dengan transportasi umum? Rumah tersebut terdapat berapa kamar, bagamana dapurnya? Bagamana halamannya? Jikalau sang penjual rumah tidak memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentu saja kita menjadi ragu dengan keadaan rumah tersebut layak tidak kah untuk ditempati? Layak tidak kah untuk dibeli?

Jadi jangan heran sekarang ini sudah banyak  masyarakat tidak peracya lagi dengan pemerintah karena pemerintah sendirilah yang membuat sekat, pemerintah mulai tidak transparan lagi,pemerintah yang harusnya  pro terhadap rakyat tapi malah pemerintah sekarang menjadi bumerang buat rakyat oleh karna itu sudah saatnya sistem bathil ini dicampakan.

Dalam Islam sosok pemimpin harus memiliki kepribadian Islam yang kuat, bertindak dalam koridor yang syari’ah islam dan perlu disampaikan sebelum ia dipilih dan menjalankan amanahnya dengan tepat dan benar. Berdasaarkan hadist Rasulullah, “(HR. Bukhari & Muslim) tanggun jawab terhadap rakyat dengan menjadi penjaga dan pelindung rakyat dari musuh dan hal buruk yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Ia tidak menipu rakyat, tidak korupsi,mengelolah harta milik umum dengan amanah dan tidak mengeluarkan kebijakan dan menerapkan aturan selain dari sumber syari’ah, tidak menerapkan hukum kufur . sebab syari’ah Islamlah satu-satunya aturan yang berkeadilan bagi segenap makhluk.

Kita bisa melihat kembali sejarah pada masa kejayaan Islam para pendahulu kita yaitu sosok pemimpin-pemimpin   yang dapat kita jadikan contoh teladan dan tentu saja mereka  mempunyai visi misi yang jelas sehingga Islam bisa tersebar luas di  2/3 bumi dengan cepat dan sampailah di bumi Nusantara ini.

Banyak sekali sosok pemimpin dalam Islam yang patut kita teladani salah satunya Muhammad Al-Fatih sang penakhluk konstatinopel,beliau mempunyai visi misi yang jelas yaitu ingin menakhlukan sebuah kota besar termansyur sepanjang sejarah dan tentu saja visi misi terebut bukan hanya sebagai wacana saja melaikan dapat dibuktikan dengan ditakhluknya kota tersebut dibwa pimpinan beliau. [MO/sr]


Posting Komentar