Oleh Bravdhi
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM), Mahendratta mengingatkan semua pihak termasuk para pendukung Joko Widodo agar tidak mengait-ngaitkan pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebagai bukti bahwa Jokowi Cinta Ulama

“Rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir adalah masa hukum biasa-biasa saja yang seharusnya diperolehnya kalau tidak ingin dibilang diskiminasi hukum,” tegas Mahendradatta, di Jakarta, Sabtu (19/1)

Mahendradatta menegaskan bahwa kami sudah kirim surat kepada Presiden untuk membaskan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir berdaskan alasan kemanusia, antara lain karena usia lanjut dan ia  merupakan tahanan tertua di Indonesia yang menyandang penyakit

“Kita tau bahwa ini tahun politik jangan semuanya dipolitisir, biasa saja, secara hukum,” pungkasnya
Kita tau bahwa seringkali para koruptor mendapat revisi demikian maka jika pembabasan Abu Bakar Ba’asyir dikaitkan dengan Jokowi cinta ulama maka kita juga wajar menyebutkan dirinya sebagai cinta koruptor

Sebagai petahanan Jokowi memang memiliki kekuasaan yang bisa dijadikan alat-alat untuk kampanye Pilpres maka jangan muda percaya dengan hal ini. Cukup pembubaran ormas dan Kriminalisasi ulama menjadi bukti bahwa Jokowi anti islam.[MO/ad]

Posting Komentar