Oleh : Winda Sari
(Aktivis Mahasiswi)
Mediaoposisi.com-Kabar terbaru terkait pembebasan Abu Bakar Ba’asyir menuai polemik. Pada tahun 2011 lalu, Abu Bakar Ba’asyir divonis 15 tahun penjara. Vonis ini ditimpakan kepadanya karena pelatihan terorisme di Aceh yang diorganisirnya.
Namun, kabar terbaru dari pemerintah bahwa Abu Bakar Ba’asyir akan dibebaskan dan pembebasan ini merupakan pembebasan bersyarat.
Joko Widodo sebagai Presiden RI berniat membebaskan Abu Bakar Ba’asyir dan seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa pembebasan yang diberikan Jokowi ini adalah pembebasan bersyarat. Jokowi mengatakan bahwa dalam pembebasan bersyarat ini, Abu Bakar Ba’syir harus berikrar setia pada NKRI.
Pernyataan ini tidak hanya keluar dari mulut Jokowi, namun menteri-menteri Jokowi seperti Wiranto, Ryamizard Ryacudu dan Yasonna Laoly juga mengatakan hal demikian itu.
Sebagaimana yang dikabarkan CNN Indonesia, bahwa Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani menilai carut marut proses pembebasan bersyarat Ba'asyir bermuara dari sikap Jokowi. Ada aroma politik di balik ketidaktegasan Jokowi. Yati menilai Jokowi khawatir tidak mendapat banyak suara di Pilpres 2019.[MO/ad]

Posting Komentar