Oleh: Merli Ummu Khila 

Mediaoposisi.com-Penasehat hukum Jokowi - Ma'ruf Yusril Ihza Mahendra "Saya setuju ini demi kemanusiaan, harus kita cari jalan keluarnya mengingat usia yang sudah lanjut dan penyakit. Yang kedua, saya tidak tega dan tidak mau melihat ada ulama lama-lama di dalam penjara," ucap Yusril menirukan pernyataan Jokowi kepada dirinya.saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 19 Januari 2019. Seperti dilansir TEMPO.CO

Padahal Abu Bakar Ba'asyir sudah berhak memperoleh pembebasan bersyarat karena sudah lebih 2/3 menjalani masa putusan pidananya. Artinya, Abu Bakar Ba'asyir berhak menerima pembebasan bersyarat pada 13 Desember 2018.

Keputusan yang menjadi pertanyaan sebagian publik mengingat saat ini persaingan menuju pilpres sedang memanas. Apakah ini termasuk pencitraan penguasa demi meraih suara umat islam dengan memanfaat kan moment dan media?

Seperti yang rakyat rasakan bahwa terlalu sering di sakiti oleh rezim saat ini seperti persekusi dan kriminalisasi ulama, melindungi penista agama, pembubaran Pengajian dan mempenjarakan tokoh aktivis islam. [MO/sr]

Posting Komentar