Oleh: Innama S.Si

Mediaoposisi.com- Dar der dor. Pesta kembang api menghiasi pergantian malam tahun baru. Semua bersuka cita menyambut tahun baru. Harapan baru. Tapi apakah tahun baru jadi momentum kondisi kita yang baru?

Sayangnya, seolah sudah menjadi tradisi, setiap awal tahun kita akan disuguhi berita tentang berapa banyak sampah yang dihasilkan pada malam perayaan tahun baru di setiap kota. Mengerikannya, tahun 2018 ditutup dengan penemuan banyak sampah botol miras juga penjualan kondom yang meningkat tajam dari pergantian malam tahun baru 2017 lalu.

Menakutkan memang, mengingat kebanyakan dari orang yang merayakan pergantian malam tahun baru pastilah seorang muslim.
Pertanyaannya, apakah orang-orang yang merayakan pergantian tahun baru ini tidak mengetahui bahwa agama Islam telah melarang meminum minuman keras (khamr) dan mengharamkan perzinahan?

Jika dikaji lebih dalam, maka kita bisa menemukan bahwa semua yang terjadi ini karena kesalahan yang sistemik. Mulai dari minimnya pembinaan bagi pribadi Muslim, misalnya pengetahuan dasar tentang agama yang sangat kurang dari keluarga, juga lemahnya kontrol dari masyarakat tentang apa yang harus dilakukan dan dijauhi, serta yang paling penting negara seperti melepaskan diri dari peran mendidik warga negaranya.

Tidak bisa dipungkiri, negara memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kepribadian warganya  lewat berbagai aturan-aturan yang menunjang. Mulai dari menyiapkan kepribadian islami sejak dini melalui kurikulum sekolah, hingga menyiapkan hukuman bagi pelanggar aturan agar hukum tersebut bisa tegak. Jika sejak dini seorang muslim dididik untuk berpegang teguh dengan agamanya, maka bisa dipastikan saat dewasa dia tidak akan melanggar hukum-hukum agamanya. Dia bisa terbebas dari perbuatan haram dalam malam pergantian tahun baru.

Negara juga bisa menerapkan aturan larangan merayakan tahun baru di berbagai tempat. Karena memang faktanya banyak kemaksiatan yang dilakukan pada perayaan pergantian tahun tersebut. Seperti minum minuman keras, berzina, pawai kendaraan motor yang banyak menelan korban dan lainya. Sehingga ummat Muslim Indonesia bisa menjauhi dosa-dosa saat pergantian tahun.

Semoga negara ini bisa menerapkan sebuah sistem yang bisa menerapkan Islam secara sempurna (kaffah), sehingga dapat menjaga warga negaranya dari perbuatan dosa dan sia-sia. Karena hanya Islam yang memiliki tata cara (aturan) untuk mewujudkan kehidupan yang aman, tentram, damai dan sejahtera.

Aturan yang berasal dari Sang Pencipta manusia, Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan Islam, warga negara baik muslim maupun non muslim dapat menjadi manusia yang lebih produktif dan memiliki peradaban tertinggi. Bukan warga negara yang hanya ikut-ikutan negara lain, dan bukan warga negara yang hanya bisa bermaksiat dan berbuat sia-sia.[MO/sr]


Posting Komentar