Oleh: Enung Sopiah

Mediaoposisi.com- Pesta demokrasi yang diadakan 5 tahun sekali, yaitu pemilihan presiden dan wakilnya, menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Dimana masyarakat mendambakan calon pemimpin yang adil dan amanah. Pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi atau golongan.

Debat capres dan cawapres yang diadakan oleh KPU di station tv menjadi sesuatu yang menarik bagi masyarakat, karena keingin tahuan masyarakat akan visi dan misi para capres dan cawapres, bagaimana kedepannya menyelesaikan berbagai permasalahan rakyatnya, masalah kemiskinan, pembangunan, penegakan hukum dll. Semua itu akan menentukan bagi rakyat siapakah yang pantas dipilih sebagai pemimpin atau presiden periode yang akan datang.

Akan tetapi ternyata dalam debat capres dan cawapres kali ini menurut TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Direktur Eksekutif Indonesian Publik Institute (IPI), Karyo Wibowo, menyayangkan sikap KPU yang tidak jadi mempasilitasi penyampaian Visi Misi pasangan capres, padahal penyampaian Visi Misi seharusnya mendapat porsi besar. Selain meniadakan penyampaian visi misi, KPU justru membuat peraturan debat dengan menyerahkan pertanyaan kekandidat seminggu sebelum pelaksanaan debat capres, dan ini sungguh sangat menggelikan sehingga membuat acara debat capres tidak menarik lagi. Disini jelas terlihat minimnya visi misi dari kedua kandidat pasangan capres, semuanya tidak bisa menyelesaikan problematika yang ada dalam masyarakat. Negara tidak hadir ketika rakyat membutuhkan. Berbagai permasalahan rakyat yang seharusnya negara bisa menyelesaikan semuanya.

Didalam sistem islam, pemerintah atau khalifah wajib mengurus kepentingan seluruh rakyatnya, baik muslim maupun non muslim.

Rasulullah saw bersabda," Seseorang yang ditetapkan Allah (dalam kedudukannya) mengurus kepentingan umat, dan dia tidak memberikan nasehat kepada mereka(umat) dia tidak akan mencium harumnya surga." (HR. Bukhari dari Ma'qil bin Yasar ra ).

Rasulullah saw bersabda," Siapa saja yang bangun dipagi hari dan perhatiannya kepada selain Allah, maka dia tidak berurusan dengan Allah. Dan barangsiapa yang bangun dan tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia tidak termasuk golongan mereka(kaum muslimin)." (HR. Hakim dan Al-khatib dari Hudzaifah ra).

Dari Maqal bin Yasar ra, ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda,"Tdaklah seorang hamba diserahi Allah untuk mengatur urusan rakyat,kemudian ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya kecuali Allah akan mengharamkan surga baginya (Mutafaq  'alaih).

Dan banyak lagi hadist-hadist yang berkenaan tentang kewajiban penguasa, yakni kewajiban mengurus kepentingan umat. Didalam sistem islam semua permasalahan umat harus diselesaikan oleh negara. Disini pentingnya penegakan sistem islam, karena islam mengatur seluruh asfek kehidupan, dan islam mampu menyelesaikan seluruh permasalahan umat.

Kepemimpinan adalah sebuah amanah yang harus diemban sebaik-baiknya, profesional dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan, harus mempunyai sifat amanah, tidak sewenang-wenang dan berbuat seadil-adilnya. Pemimpin bukan hanya bertanggung kepada rakyatnya, tetapi akan dipertanggung jawabkan  dihadapan Allah azza wa jalla.[MO/sr]



Posting Komentar