Oleh: Heni Andriani 

Mediaoposisi.com- Bulan desember sebentar lagi akan berakhir seiring dengan itu pernak-pernik tahun baruan sudah terasa.Tengok saja di media tv ,iklan tentang jasa penawaran hotel dan tempat-tempat liburan tahun baru  semakin gencar.Belum lagi ditambah dengan ornamen serta aksesoris natal makin menjamur di pusat perbelanjaan maupun mall seperti lonceng,terompet,kembang api,topi santa ,pohon natal dan lain-lain.

Bulan Desember memang digempur dengan berbagai kemaksiatan puncaknya pada acara tahun baru Masehi.Bagaimana tidak seluruh dunia merayakan acara tahun baruan tetapi hal yang menyedihkan keterlibatan kaum muslimin dengan perayaan tahun baruan.Berbagai euforia dilakukan tanpa menyadari jika akidahnya telah tergadaikan.

Tahun Baru Masehi biasanya jatuh pada tgl 1januari yang berkaitan dengan kelahiran yesus kristus sehingga agama kristen disebut sebagai agama Masehi.Sementara tanggal 25 Desember sering diperingati sebagai hari raya natal namun dikalangan umat kristen juga ada pertentangan apakah benar yesus lahir di tanggal tersebut.

Hal yang harus diperhatikan oleh seorang muslim tidaklah  mengikuti perayaan tahun baruan karena sudah merambah ranah akidah.jikalau mengikuti sama artinya bertasyabuh terhadap orang-orang kafir dan menjerumuskan kedalam kekufuran.

Sebagaimana dijelaskan didalam suatu hadist:

"Barangsiapa menyerupai suatu kaum ,maka ia termasuk golongan mereka."(HR.Abu dawud,Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

Begitupun seruan didalam (qs.Al-Maidah:51)
"Siapa diantara kamu yang berloyal kepada mereka,maka sungguh ia bagian mereka ".

Saat ini serangan pemikiran dari Barat terus merasuk ketubuh kaum muslimin dengan dalih toleransi yang salah kaprah sehingga kaum muslim tanpa sadar rela menggadaikan akidahnya demi sebuah trend ataupun gengsi.

Sesungguhnya dengan mengikuti perayaan tahun baru Masehi telah merusak tatanan iman dan akidah.

Mereka orang-orang kafir sadar betul bahwa untuk mengeluarkan orang islam  dari keislamannya sangatlah sulit ,maka berbagai cara dilakukannya salah satunya dengan acara tahun baruan yang digebyarkan keseluruh pelosok  dunia tanpa terkecuali negeri-negeri islam lewat media -media elektronik yang sudah di kuasai oleh mereka.

Lantas apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim agar tidak terjerumus tasyabuh orang-orang kafir??Tentunya sebagai seorang muslim dalam setiap aktivitasnya senantiasa terikat dengan hukum syara'.Mengkaji islam lebih mendalam tentunya akan terhindar dari budaya tasyabuh dan memupuk keimanan lebih mendalam.

Bahkan walikota Sukabumi menghimbau keseluruh aparat dan jajarannya juga  masyarakat pada umumnya untuk tidak merayakan pergantian tahun baru 2019 dan saling menghargai satu sama lain dengan tidak membuat kegaduhan.

Maka sebagai seorang muslim dengan ada himbauan ini tentunya harus menaati juga membuang paham sekulerisme yang telah mendangkalkan akidah umat islam   juga menjadikan sebagian besar mayoritas kaum muslimin  memahami hanya mengatur ibadah mahdoh saja, padahalsesungguhnya islam mengatur seluruh lini kehidupan.[MO/sr]

Posting Komentar