Oleh: Evy Sulvy W
(Santri Ma’had Hamfara)

Mediaoposisi.com- Jakarta, CNN Indonesia -- Kedekatan pemerintah dengan China dianggap menjadi salah satu ganjalan sehingga Indonesia tak cukup vokal mengecam Negeri Tirai Bambu atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang.

Baru-baru ini telah kita dengar kembali berita yang sangat tidak manusiawi. Lagi-lagi umat muslim di Uighur menjadi sasaran untuk disiksa. Mengapa selalu umat muslim ? Karena mereka takut ketika umat muslim bersatu. Dan anehnya pemerintah di Indonesia bungkam terhadap kasus ini.

Melihat pemerintah Indonesia sekarang, yang sangat dekat dengan China layaknya persahabatan. Bahkan pemerintah dengan senang hati menerima kedatangan warga China. Warga China dibebaskan untuk hidup di Indonesia. Bebas dalam segalanya, bebas dalam berbisnis, bebas menjadi direktur di Perusahaan besar Indonesia.

Indonesia mayoritas Muslim. Tak habis pikir diri ini, pemerintah China melakukan hal yang kejam terhadap saudara kita di Uighur. Ini tak bisa dibiarkan, Muslim dinegara mereka saja, meraka bantai, apalagi Muslim dinegeri lain… Naudzubillah

Pemerintah tidak boleh bungkam dan pura-pura buta. Sadarlah penguasa. Kalian telah mendzolimi Saudara kami di Uighur. Kami di sini tak akan tinggal diam. Kami akan bangkit dan bergerak, membawa perubahan.[MO/sr]

Posting Komentar