Oleh: Kamila Amiluddin 
(Guru dan Pemerhati Anak, Member Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com- Akhir-akhir ini masyarakat diresahkan dengan melonjaknya harga tiket penerbangan domestik dibeberapa maskapai. Anehnya, masyarakat diminta untuk ikhlas menerima kebijakan tersebut. Dikutip dari WARTAKOTAlive.com

Saya memang prihatin dengan adanya tarif-tarif yang relatif mahal. Beberapa hari yang lalu
saya sudah minta kepada mereka (direksi maskapai) untuk menurunkan tarif itu” ujar Budi
Karya Sumardi Menteri Perhubungan. (Jakarta, Minggu 13/01/2019).

Penerbangan domestik adalah bentuk penerbangan komersial dalam penerbangan sipil di mana
keberangkatan dan kedatangan berlangsung di negara yang sama. Berarti harusnya tarif bisa
lebih murah karena penerbangan masih disatu negara.

Ada penyebab mengapa hal ini bisa terjadi. Pemerintah tidak boleh abai dengan kasus yang
banyak merugikan dan membebani masyarakat seperti ini. Dilansir dari tirto.id
Jadi memang ada pemicunya soal kurs rupiah melemah. Ini membuat kenaikan variabel harga
tiket mulai avtur, kurs rupiah terhadap dollar AS sampai dan suku bunga pinjaman.” kata Ketua
Inaca, Ari Ashkara di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (13/01/2019)

Inilah dampak dari sistem pemerintahan sekuler dimana terlalu sering mengabaikan urusan
kemaslahatan umat, semaunya membuat kebijakan yang akan merugikan dan menyengsarakan
kehidupan masyarakat. Memisahkan urusan negara dan agama sehingga melahirkan kebijakan
yang buruk.

Bila ini ada kaitannya dengan hutang negara bukankah ini merupakan kerusakan bagi suatu negara karena memilliki nilai-nilai yang kurang baik agar tidak menjadi contoh untuk negara lainnya.
Tidak akan terjadi kekacauan seperti ini bila suatu negara memiliki seorang pemimpin yang mampu menangani dengan baik setiap urusan-urusan negara.

Suatu urusan apabila diserahkan kepada pemimpin yang tidak faham dalam menjalankan perannya sebagai seorang yang harus memegang amanah penuh terhadap suatu negara maka akan terlihat banyak sekali musibah yang menimpa rakyatnya, kebijakan buruk misalnya merupakan suatu musibah karena tidak terurus dengan benar.

Sektor transportasi yang seharusnya menjadi urusan negara untuk kepentingan rakyat sekarang menjadi sektor yang syarat dengan permainan para kapitalis dengan item-item kapitalisnya seperti kenaikan BBM, menurunnya nilai tukar, hutang dengan bunga, leasing menambah rentetan permasalahan umat yang tak kunjung selesai.

Para penguasa periode Islam yang pertama sangat menyadari tanggung jawab mereka selaku Kepala Negara terhadap perekonomian, terutama terhadap pemenuhan kebutuhan dasar seluruh warga negara. Keempat khalifah pertama yang berkuasa, memerintah negara islam setelah wafatnya Nabi SAW, telah menganggap pemenuhan kebutuhan dasar, sebagai salah satu tujuan dasar kebajikan negara.

Dapat kita lihat dari masa kepemerintahan Umar, beliau sangat menyadari tanggung jawabnya sebagai seorang Kepala Negara sehingga pernah ia mengumumkan suatu perkara “Jika seekor
unta mati tanpa perawatan ditepi sungai Eufrat, saya takut Allah akan meminta pertanggung jawaban saya terhadap hal itu diakhirat."

Pernyataan ini mengandung makna yang dalam, betapa seorang penguasa memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap rakyatnya. Jangankan manusia yang tidak bisa makan karena busung lapar, seekor hewan saja yang mati karena kelalaian penguasa, menjadi tanggung jawab penguasa.

Catatan sejarah juga menunjukkan bahwa ada beberapa contoh pada periode ini, dimana pada daerah-daerah Daulah Islamiyah, tidak ditemukan seorang pun warga negara yang fakir miskin, karena mendapatkan perhatian serius dari negara. Lalu apakah dengan adanya kenaikan tarif tiket penerbangan tersebut apakah kepala negara masih berdiam ?

Kepala Negara sudah seharusnya mengambil langkah cepat dalam mengatasi urusan seperti ini,
dikarenakan ini menyangkut kemaslahatan umat. Umat tidak akan pernah berubah ke arah yang lebih baik, selama masih berkubang dalam sistem kapitalisme.

Umat tidak akan bangkit secara hakiki kecuali dengan menerapkan sistem yanglangsung diturunkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu sistem Islam secara kaffah. Wallahu’alam Bisshowab [MO/ra]

Posting Komentar