Oleh : Vongola Primo
(Mafia Jurnalis)

Mediaoposisi.com-Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan tanggapan soal pernyataan Prabowo Subianto yang mengatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) banyak yang akan mengalami kebangkrutan.

"Bangkrut ya enggak. Wajar saja kok. Memang ada yang harus diperbaiki, iya. Enggak ada yang sampai begitu (bangkrut)," kata Luhut di kantornya, Senin (14/1/2019).

Luhut bahkan mengingatkan Prabowo untuk berkata berdasarkan data. Jangan memanipulasi data dan berbohong pada generasi muda.

Disini kita bisa mengatakan bahwa apa yang disampaikan luhut benar-benar dungu. Mengapa?
Pertama, dia mengatakan jangan memanipulasi data, padahal data terkait kegagalan BUMN dalam mengelola sangat banyak bertebaran di media.

Mungkin Luhut sendiri yang jarang baca? hmm emang kerjaannya apa sih kok gak tahu data? sok tahu pula

Kedua, Karena kedunguan yang pertama membuat dia mengeluarkan statement "Bangkrut ya enggak. Wajar saja kok. Memang ada yang harus diperbaiki, iya". Seharusnya dia bisa menganalisis tingkat kegagalan kinerja BUMN, padahal data menunjukkan bahwa ada 10 BUMN besar yang memiliki Utang Mencapai Trilyunan

Baca : 14 Bukti BUMN Akan Bangkrut

Kalau utang menumpuk sampai trilyunan dan tiap tahun rugi trilyunan bagaimana mau membayar hutangnya? jual negara?

Ketiga, Dia bilang diperbaiki? padahal sejak pertama kali Jokowi menjabat hampir semua BUMN selalu rugi setiap tahunnya. Contoh saja BPJS ini

Baca : BPJS Rugi Setiap Tahun

Rezim dulu selalu menyampaikan ''Pemerintah itu harus di kritik'' tapi waktu di kritik beralasan kritik harus pake data lah, harus pake solusilah, kalo rakyat datang berdemo di depan istana ngacir. [MO]

Posting Komentar