Oleh: Hariza Masniari Gultom

Mediaoposisi.com- Di dalam sistem demokrasi kejujuran dan kebenaran amatlah mahal, sehingga banyak manusia sekarang yang lebih memilih menjadi penipu bahkan penjilat hanya karena ingin meraih kedudukan dan mempertahankan eksistensinya.

Seperti halnya dalam mengeluarkan pendapat, yang katanya kebebasan berpendapat setiap warga negara telah dijamin oleh UU, tapi kenyataannya sudah tidak ada lagi kebebasan yang di agung agungkan itu, bahkan orang yang jelas-jelas mengungkap dan menyampaikan suatu kebenaran dianggap telah menjadi pengujar kebencian dan kini menjadi tersangka dan dipenjarakan.

Tak jauh beda dengan hal itu, baru-baru ini tersiar kabar menghebohkan tentang pemecatan mantan komisaris BUMN PT. Bukit Asam Tbk ( PTBA), Muhammad Said Didu, disaat pula bersamaan dengan penyelenggaraan  RUPSLB Bukit Asam. Dalam hal ini beliau buka suara soal pemecatan dirinya.

Muhammad Said Didu mengatakan bahwasannya pemecatan dirinya bukan dikarenakan kinerja beliau yang tidak layak melainkan pendapat beliau yang dianggap sudah tidak sejalan lagi dengan pemegang saham Dwi warna yaitu menteri BUMN Rini Soemarno. tulis Said Didu, dikutip lewat akun Twitternya, Jumat (28/12).

Diketahui, pada malam sebelum penyelenggaraan RUPSLB Bukit Asam, Said memberikan kuliah lewat Twitter (kultwit) terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia. Ada 100 kultwit Said Didu yang mengkritisi keputusan pemerintah membeli saham PT Freeport Indonesia, sudah jelas karena hal itu beliau dilengserkan dari jabatannya karena beliau tidak mampu menjadi penjilat untuk memuaskan keinginan para penanam modal asing yang jelas jelas telah banyak merugikan negara. (cnnindonesia.com, 28/12/2018)

Mengulik dari kejadian yang ada bahwa sistem demokrasi yang dianut saat ini sampai kapanpun tidak akan mampu memberikan keadilan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di negeri ini karena aturan-aturan yang dipakai bukan lahir dari hukum hukum Allah SWT yang telah di wahyukan kepada Rasulullah melainkan berasal dari hawa nafsu manusia yang jelas jelas akan selalu menghasilkan kerusakan demi kerusakan yang hanya menyengsarakan manusia.

Allah SWT berfirman:

اَفَحُكْمَ  الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ  وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ

"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 50)

Dengan demikian hanya dengan sistem islam sebuah negara dapat dikelola dengan benar, dan manusia dapat menyampaikan dan mengingatkan penguasa Islam tanpa harus dikambinghitamkan. Islam adalah sebuah solusi yang dapat menghasilkan manusia-manusia yang berakhlakul karimah sehingga mereka tidak akan pernah tunduk kepada penguasa mana pun selain hanya kepada aturan-aturan sang pencipta Allah SWT dan sistem Islam dapat terwujud apabila daulah Islam telah terbentuk dalam naungan khilafah, sehinnga akan turun rahmatan lil alamin pada suatu negeri apabila diterapkan syariat Allah SWT didalamnya. [MO/sr]

Posting Komentar