Oleh : Tanti Wahyuningsih

Mediaoposisi.com- Tak dipungkiri kemaksiatan semakin merajalela di negri ini. Bahkan bukan sesuatu hal yang tabu lagi. Tak ada rasa malu dalam diri si pelaku. Prostitusi online makin marak, bukan hanya menjerat rakyat biasa. Namun sampai artis dan selebgram pun tak luput dari jeratan prostitusi ini.

Menurut Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol. Ahmad Yusep Gunawan menungkapkan, dua mucikari mempromosikan artis dan selebgram melalui akun instagramnya, terkait jasa pelayanan prostitusi. Yusep pun menduga, banyak artis dan selebgram yang terlibat dalam protitusi online tersebut.

Masih dalam pendalaman ( terkait jumlah artis yang terlibat prostitusi online). Untuk (artis) yang terkait di dalam cukup banyak. Nanti kita sampaikan lebih lanjut,” kata Yusep ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Ahad (6/1). (https://m.republika.co.id)

Miris memang, namun inilah yang terjadi di sistem demokrasi ini. Panggung demakorasi yang penuh dengan kebebasan, tak dapat menyelesaikan malasah kehidupan, salah satunya kemaksiatan. Termasuk prostitusi online. Bahkan semakin hari semakin subur. Padahal negara ini menyebut dirinya negera hukum. Namun hukum demokrasi yang dibuat oleh akal manusia pun tak sanggup menyelesaikan.

Seharusnya umat berhenti berharap kepada sistem sekuler, yang memisahkan agama dari kehidupan. Yang sampai sekarang sudah semakin terlihat bobroknya. Bahkan untuk menyelesaikan masalah kemakistan saja tak bisa. Dan kembali ke dalam sistem Islam.

Hanya sistem Islam yang mampu menyelesaikan semua permasalahan di dalam kehidupan ini. Bahkan Islam memiliki solusi yang tuntas untuk masalah kemaksiatan. Karna sudah sangat jelas bahwa Allah SWT melarang kita untuk berbuat zina, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu perbuatan yang buruk “ ( QS. Al-Isra : 32).

Oleh karena itu sungguh suatu hal yang amat sangat urgent adanya suatu sistem yang bisa melindungi dan menjauhkan umat ini dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Yaitu dengan cara penerapan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Minhajjin Nubuwwah.[MO/sr]

Posting Komentar