Oleh: Sri Wijayanti,SE 
(Founder STP Al-Izzah Khairu Ummah Tg.Morawa)

Mediaoposisi.com- Pengajar Jurusan Hubungan Internasional Universitas Bina Nusantara Tia Mariatul Khibtah mengatakan tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Indonesia dalam menanggapi kekejian pemerintah cina dalam memperlakukan muslim Uighur. Menurutnya karena memang hal itu kedaulatan cina.

Sebagai negara yang berdaulat dan menghargai hak asasi manusia jika terjadi diskriminasi atau genosida terhadap muslim Uighur ya harus diprotes tapi kalau mengambil isu muslimnya tidak cukup kuat bagi Indonesia kalau dilihat dari hubungan internasional ya untuk memprotes tindakan diskriminasi pemerintah cina,”kata Tia.

Sungguh disesalkan jika kedaulatan Indonesia tidak mampu menghilangkan genosida yang terjadi di dunia baik dalam isu kemanusiaan maupun isu muslim. Sebab, dalam pembukaan undang undang 45 , Indonesia memiliki tekad yang kuat untuk menghapus segala penjajahan diatas dunia.

”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." Ini artinya Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki prinsip untuk menghapus segala penjajahan di dunia. Ini dari sisi isu kemanusiaan. Sedangkan dari sisi isu muslim, Indonesia adalah mayoritas muslim.

Sesama muslim adalah bersaudara sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw umat islam seperti satu tubuh, jika salah satu tubuh sakit, maka tubuh yang lain juga merasakannya. Sehingga Indonesia sebagai mayoritas muslim terbesar didunia wajib memberikan perhatiannya terhadap genosida muslim Uighur. Indonesia wajib menghentikan genosida muslim Uighur dengan mengajak seluruh pemimpin islam mengirimkan tentara terhebatnya ke muslim Uighur dan dan saudara saudara muslim lainnya seperti di Rohingya, dan lainnya.

Lantas, mengapa Indonesia diam seribu Bahasa dalam masalah muslim Uighur? Apakah ini menandakan Indonesia tidak lagi memiliki kedaulatan.

Semua penderitaan kaum muslim ini semakin meneguhkan kesimpulan tentang betapa butuhnya umat terhadap khilafah. Sejarah mencatat kehebatan kekhilafahan yang mampu menyelesaikan masalah penindasan di dunia. Misalnya saja khalifah  Harun ar Rasyid di era khilafah Abbasiyah,  pernah menyumbat mulut jalang Nakfur,Raja Romawi dan memaksa dia berlutut kepada khalifah. Juga khalifah Al Mu’tashim di era khalifah Abbasiyah pernah memenuhi permintaan tolong wanita muslimah yang kehormatannya dinodai oleh tentara Romawi.

Ia segera mengirim ratusan pasukan kaum muslim untuk melumat Amuriah, mengakibatkan ribuan tentara Romawi terbunuh dan ribuan lainnya ditawan. Semuanya melakukan hal yang sama karena mereka adalah Junnah (Perisai). Karena itu jelas, kita tak bisa berharap banyak kepada para pemimpin muslim saat ini. Khilafahlah satu satunya harapan. Sebab khilafahlah pelindung sejati umat sekaligus penjaga agama , kehormatan , darah dan harta.[MO/sr]
 


Posting Komentar