Oleh: Jayanti, S Pd
(Praktisi Pendidikan)

Mediaoposisi.com-Penyiapan generasi masa depan yang siap kerja dibidang teknologi modern telah gencar dilakukan pemerintah saat ini. Adanya kebutuhan akan penguasaan teknologi saat ini menjadi hal yang sangat penting.

Orientasi dapat kerja untuk menghasilkan materi yang menggiurkan. Persiapan dimulai dengan melakukan revitalisasi kurikulum dan melakukan kemitraan dengan berbagai perusahaan.

Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) terus melakukan peningkatan kualitas guru Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK). Salah satu upaya dilakukan lewat kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Singapura dalam meningkatkan kompetensi guru SMK, terutama dalam penguasaan teknologi 4.0.

Hal ini disampaikan Muhadjir Effendy usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (09/01/2019).
 
Selain dibidang teknologi, untuk mengimbangi karakter pelajar maka Pendidikan Moral Pancasila sebagai salah satu mata pelajaran yang sekian lama ditiadakan, direncanakan akan dihidupkan kembali.

Ada perbedaan porsi antara Taman Kanak - kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam penerapan pelajaran PMP itu. Untuk tingkat TK hingga SMP, pelajaran PMP lebih pada penanaman nilai Pancasila.

Sedangkan untuk tingkat SMA mulai mengarah ke kewarganegaraan. Diwaktu yang berbeda, pertemuan antara Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik melakukan kerjasama di bidang pendidikan,

Di antaranya mengembangkan kerjasama dalam menampilkan wajah Islam yang lebih moderat, untuk mengembalikan Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu juga akan dilaksanakan kerjasama pertukaran guru antara Indonesia dan Malaysia.


Kebijakan yang diambil diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelajar pada saat ini. Dimana moral sudah sangat rendah, sopan santun dan tata krama sudah terkikis oleh ide kebebasan. Baik mengatasnamakan hak asasi manusia ataupun individualisme yang menghilangkan sikap gotong royong dan peduli terhadap sesama.

Ini terjadi bukan semata-mata kesalahan pelajar, guru ataupun kebijakan. Apakah dengan menjalin kerjasama dengan Malaysia itu akan menjadi solusi? Perlu diketahui permasalahan mendasar saat akan mencari solusi.

Yang terjadi di negeri ini adalah karena penerapan Islam Moderat itu sendiri. Yang menjadikan ide sekuler sebagai asas kehidupan di Indonesia. Islam dibatasi pada rukun Islam saja, tidak untuk mengatur kehidupan sehari-hari kaum muslim. Aturan Islam tidak digunakan secara keseluruhan.

Pendidikan dalam Islam adalah upaya sadar, terstruktur, terprogram, dan sistematis. Tujuannya  dalam rangka membentuk manusia yang mempunyai kepribadian Islam. Alloh berfirman:

وَ مَنْ اَ حْسَنُ قَوْلاًمِّمَّنْ دَ عَآ إِ لَى أ لَاللهِ وَعَمِلَ صَلِحًا وَ قَا لَ إِ نَّنِى مِنَ الْمُسْلِمِىْنَ

Dan siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, " Sungguh, aku termasuk orang-orang msulim ( yang berserah diri)?"(TQS.Fushshilat : 33)

Sebagai konsekuensi keimanan seorang muslim akan berpikir dan bersikap sesuai dengan akidah Islam. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara sekaligus meningkatkan keimanan serta keterikatannya dengan syariat islam.

Indikatornya adalah bahwa anak didik dengan kesadaran yang dimilikinya telah berhasil melaksanakan seluruh kewajiban dan mampu menghindari segala tindak kemaksiatan kepada Allah Swt

Tujuan selanjutnya adalah penguasaan tsaqofah Islam. Tsaqofah (pemikiran) Islam adalah sekumpulan pengetahuan yang mempengaruhi akal dan sikap seseorang terhadap fakta (benda maupun perbuatan).

Tsaqofah Islam yang wajib dipelajari (fardu ‘ain) adalah pemikiran, ide, dan hukum-hukum Islam (fikih), bahasa Arab, sirah Nabawiyah, Al Qur’an, al Hadist, dll. Sehingga pelajar diwajibkan untuk mempelajari tsaqofah Islam untuk diterapkan.

Sedangkan  madaniyah yang merupakan segala bentuk materi (fisik), seperti ilmu pengetahuan dan industri, ilmu-ilmu fisika, kedokteran, computer (informatika) boleh untuk dipelajari (dihukumi fardu kifayah). Tetapi untuk mempelajari tsaqofah asing diperbolehkan namun hanya sebagai pengetahuan saja. Tidak boleh diterapkan. Alloh berfirman dalam Surat az- Zumar ayat 9:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

 Dalam proses pendidikan keberadaan peranan guru menjadi sangat penting; bukan saja sebagai penyampai materi pelajaran (tranfer of knowledge), tetapi sebagai pembimbing dalam memberikan keteladan (uswah) yang baik (transfer of values).

Guru harus memiliki kekuatan akhlak yang baik agar menjadi panutan sekaligus profesional. Agar profesional, guru harus mendapatkan: (a) mengayakan guru dari sisi metodologi; (b) sarana dan prasarana yang memadai; (c) jaminan kesejahteraan sebagai tenaga profesional.

Berdasarkan sirah Nabi saw. dan tarikh Daulah Khilafah Islam (Al-Baghdadi, 1996), negara memberikan jaminan pendidikan secara gratis dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga negara untuk melanjutkan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi dengan fasilitas (sarana dan prasarana) yang disediakan negara.

Kesejahteraan dan gaji para pendidik sangat diperhatikan dan merupakan beban negara yang diambil dari kas Baitul Mal. Sistem pendidikan bebas biaya tersebut didasarkan pada Ijma Sahabat yang memberikan gaji kepada para pendidik dari Baitul Mal dengan jumlah tertentu.

Contoh praktisnya adalah Madrasah al-Muntashiriah yang didirikan Khalifah al-Muntahsir Billah di kota Baghdad. Disekolah ini setiap siswa menerima beasiswa berupa emas seharga satu dinar (4,25 gram emas). Kehidupan keseharian mereka dijamin sepenuhnya oleh negara.

Fasilitas sekolah disediakan seperti perpustakaan beserta isinya, rumah sakit, dan pemandian. Begitu pula dengan Madrasah an-Nuriah di Damaskus yang didirikan pada abad 6 H oleh Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky.

Di sekolah ini terdapat fasilitas lain seperti asrama siswa, perumahan staf pengajar, tempat peristirahatan, para pelayan, serta ruangan besar untuk ceramah dan diskusi.

Islam memandang bahwa pelaksanaan aturan dibidang pendidikan dan bidang yang lain saling berkaitan. Karena semua aktivitas muslim dilandasi oleh aqidah Islam yang menujukan amalannya untuk keridhoan Alloh.

Pelaksanaan Islam yang kaffah jelas akan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Guru dimuliakan, murid dibimbing, diarahkan dan dikontrol sehingga terhindar dari kemaksiatan. Alloh berfirman dalam surat Al Isra ayat 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.[MO/ad]



Posting Komentar