Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani

Mediaoposisi.com-Kabar heboh datang dari seorang publik figur artis negeri ini. Kabarnya, artis ini terjerat kasus prostitusi online di Surabaya. Artis berinisial VA ini digerebek polisi di kamar hotel Surabaya.

Dilansir dari liputan6.com (6/1/2019), Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda jatim telah menangkap dan menggerebek dua artis berinisial VA dan AF pada pukul 12.30 WIB. Penggerebekan berlangsung di salah satu kamar hotel di Surabaya Jawa Timur, Sabtu (5/1).

Kabarnya, terdapat beberapa artis lainnya yang terlibat kasus prostitusi ini. Seperti yang dilansir dari tribunnews.com (6/1/2019), Kasubdit V Siber Polda Jatim AKBP Harissandi menyatakan pihaknya belum bisa menyampaikan secara pasti mengenai jumlah artis yang terduga turut berpartisipasi dalam jaringan protitusi online ini.

Betapa mirisnya kabar diatas. Seorang publik figur yang notabene terkenal di masyarakat tersandung kasus prostitusi online. Sungguh berbahaya jika perbuatan yang dilakukan oleh artis tersebut ditiru oleh masyarakat awam.

Dampaknya, akan semakin hancurlah negeri ini, semakin rusak tatanan masyarakat, hilang norma di masyarakat, akibat ulah beberapa publik figur tersebut.

Tentu ini berkaitan pula dengan hukum di negeri ini yang belum tegas terhadap kasus prostitusi. Pemerintah abai terhadap tempat-tempat prostitusi yang masih dibiarkan beroperasi.

Seharusnya, jika pemerintah tegas, pemerintah pasti akan menutup dan menghilangkan tempat prostitusi tersebut. Termasuk prostitusi melalui online.

Pemerintah harus melacak aplikasi prostitusi online, dan segera memblokirnya. Lalu, pemerintah juga harus mengusut pembuat aplikasi, pelaku yang mempraktekkan aplikasi tersebut, dan menangkap seluruh yang terlibat dalam protitusi tersebut. Ini langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah.

Langkah kedua, pemerintah hendaknya memberi pekerjaan yang layak kepada seluruh yang terlibat dalam prostitusi.

Ketika prostitusi  ditutup, tentu mereka yang terlibat akan menjadi pengangguran. Tentunya dengan memberi pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka, dan bukan pekerjaan yang rumit serta tidak membutuhkan waktu yang lama untuk belajar keahlian yang akan menjadi pekerjaannya.

Misalnya saja, salah seorang dari mereka tidak mempunyai keahlian dalam menjahit pakaian. Hendaknya, pemerintah jangan memberikan pekerjaan menjahit pakaian, karena bukan keahliannya.

Pemerintah bertanggung jawab memberikan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan layak pekerjaannya. Untuk ini, pemerintah wajib untuk membuka lowongan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.

Langkah ketiga, pemerintah harus memberi pemahaman agama dan akidah secara utuh pada seluruh masyarakat, termasuk mereka yang baru keluar dari pekerjaan haram (prostitusi).

Karena jika mereka tidak faham akidah dan agamanya, akan dikhawatirkan jatuh kembali dalam kemaksiatan. Itulah beberapa yang harus dilakukan pemerintah.

Namun, langkah-langkah diatas mustahil diwujudkan dalam iklim sekuleristik yang menyelimuti negeri ini.

Pemisahan agama dari kehidupan sebagai dasar sistem yang diterapkan menjadi faktor utama ketidakmungkinan pemerintah menyelesaikan segala permasalahan negeri, termasuk prostitusi. Sehingga menyedihkan! Kasus prostitusi bukannya berkurang seiring bertambahnya tahun, akan tetapi justru tumbuh subur di negeri ini.

Berbeda ketika sistem Islam diterapkan. Penguasa dalam naungan sistem Islam akan benar-benar melayani masyarakat dengan pelayanan terbaik.

Negara akan membuka lowongan pekerjaan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat, agar tidak ada yang pengangguran dan kekurangan dalam kebutuhan hidupnya.

Selain itu, bidang pendidikan juga mendidik dan memberi berbagai ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama dan akidah. Sistem Islam akan benar-benar menjaga akidah masyarakat agar paham agama dan tidak melenceng dari ajaran Islam.

Pemerintah dalam sistem Islam juga tegas ketika terdapat kasus kejahatan. Akan ditindak tegas, tanpa ulur waktu, tanpa pandang bulu.

Ketika mengetahui terdapat tempat maksiat, negara akan langsung menutup tempat tersebut, dan segera membimbing masyarakat agar segera bertaubat dan mencari pekerjaan lain yang layak

Negara dalam sistem Islam tentu dapat melakukan semua hal itu, karena seluruhnya sesuai dengan syari’at Islam yang berasal dari Al-Qur’an dan Sunnah. Maka saatnya terapkan sistem Islam dalam bingkai kehidupan negara.

Campakkan sistem demokrasi yang tidak tegas dalam memberantas kemaksiatan di negeri ini. Kembali pada Islam, dan segera menerapkannya. Insya Allah, negeri ini akan terbebas dari kemaksiatan yang melanda dan merongrong negeri ini.[MO/AD]

Posting Komentar