Oleh : Wida Aulia 

Mediaoposisi.com- Menjelang akhir tahun selalu ada kejadian – kejadian yang seolah menjadi tradisi tahunan karna selalu terjadi berulang kali setiap tahun seolah tanpa antisipasi.

Sebut saja kenaikan harga sejumlah komoditi terutama bahan pangan adalah narasi rutin yang mengawali perjalanan menuju pergantian tahun, sehingga membuat masyarakat terbiasa dan melakukan berbagai antisipasi individu.  Misalnya dengan melakukan pembelian dalam jumlah besar sebelum akhir tahun datang kemudian melakukan penimbunan sehingga barang langka di pasaran dan harga kian melonjak tak karuan.

Padahal dalam Islam ini jelas bertentangan dengan syariat sebagaimana Hadist Rasulullah :
Tidaklah melakukan penimbunan kecuali pendosa” [HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, Nasai dan Ibnu Majah].

Kejadian berikutnya juga selalu berulang dari tahun ke tahun, yaitu gagal paham toleransi. Dimana isu intoleransi yang selalu digemakan menjelang akhir tahun khususnya sebelum natal dirayakan oleh umat Nasrani. Umat Islam yang tidak mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani disebut telah bertindak intoleran. Padahal dalam Islam batasan toleransi sudah sangat jelas.
Allah SWT berfirman:

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." (QS. Al-Kafirun 109: Ayat 6)

Yang tak lupa juga selalu terjadi menjelang natal dan tahun baru adalah terkait dengan isu terorisme yang sengaja dihembuskan. Lagi-lagi siapa yang menjadi target negatif dari pelabelan teroris kalau bukan umat Islam. Meski baru diduga namun sudah ditangkap dan langsung beredar isu ada penangkapan teroris.

Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri menangkap sebanyak 21 orang terduga teroris jelang hari raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Meskipun, kepolisian belum menemukan indikasi serangan teror di dua perayaan itu.

Satu lagi fakta yang selalu terjadi di akhir tahun khusunya pada malam pergantian tahun adalah trend hura-hura  oleh berbagai kalangan masyarakat seperti makan-makan, bakar kembang api dan petasan. Konser musik  dan pesta kembang api yang disiarkan secara langsung oleh hampir seluruh stasiun televisi. Dimana dalam waktu yang bersamaan juga banyak anak remaja yang turut larut dalam euforia menyambut malam pergantian tahun.

Keluar malam bersama pasangan tak halal alias pacaran, minum-minuman keras bahkan memakai narkoba, dan seks bebas yang dilakukan oleh sebagian remaja menunjukkan kerusakan moral remaja yang sangat parah. Menunjukkan jauhnya remaja muslim dari pemahaman nilai-nilai Islam.

Sebagaimana pernyataan Ketua Womens Crisis Center (WCC) Palembang, Yeni Roslaini Izi mengatakan, malam pergantian tahun dan hari valentine kerap digunakan pasangan remaja untuk melakukan hubungan seks bebas (jambi.tribunnews.com).

Berbagai fenomena diatas adalah kejadian yang selalu berulang terjadi lagi dan lagi seolah tak ada langkah antisipasi. Kalaupun ada maka itu hanya bersifat parsial seperti penangkapan pelaku terduga teroris, penangkapan mafia impor, penangkapan pelaku pesta miras dan narkoba. Namun hal itu toh tidak membuat jera, terbukti pelanggaran yang sama masih saja terjadi setiap tahunnya.

Hal tersebut membuktikan kegagalan sistem yang diterapkan oleh negara yakni sistim kapitalis sekuler yang ternyata gagal dalam menyelesaikan berbagai problematika kompleks di negeri ini.
Allah SWT berfirman:

"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 50)

Tentu akan lain jika hukum Allah yaitu Islam diterapkan oleh negara. Islam akan membenahi semua kerusakan yang ada mulai dari akarnya hingga tuntas. Karna Islam adalah aturan sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan baik dalam hal ibadah, akhlak, makanan, pakaian, muamalah ( interaksi sesama manusia termasuk dengan non muslim dan negara) dan uqubat ( sanksi yang akan membuat pelakunya jera).

Yang tak boleh kita lupa juga berbagai bencana sering kali terjadi pada akhir tahun seperti tsunami di Aceh dan Banten.  Sudah seharusnya semua bencana yang melanda tersebut dapat kita ambil pelajaran agar dapat lebih taat pada Allah dengan menerapkan semua aturan-Nya.

Jadi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang selalu berulang tiap tahun adalah dengan  menerapkan Islam secara kaffah oleh negara. Dan kaum muslimin harus memperjuangkannya.[MO/sr]




Posting Komentar