Oleh : Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Presiden Jokowi meminta segenap rakyat, seluruh tumpah darah Indonesia, untuk optimis menghadapi tahun 2019. Jokowi bahkan menekankan untuk optimis, optimis, optimis. Jawab rakyat : siap Pak bos !

Rakyat, sudah siap dan sangat optimis 2019 ganti Presiden. Rakyat, sudah siap dan sangat optimis 2019 terbebas dari kezaliman. Rakyat, sudah siap dan sangat optimis 2019 mengawali era baru : era tanpa Jokowi, era tanpa represifme, era tanpa kriminalisasi ulama, era tanpa persekusi, era tanpa intimidasi, era tanpa kezaliman dan penindasan.

Bersyukur sekali, rakyat diminta optimis. Karena rakyat juga sudah sangat optimis. Sehingga, Presiden Jokowi juga harus siap atas konsekuensi komitmen dan optimisme yang diusung rakyat.

Rakyat tidak mengeluh, meski TDL naik, BBM naik, utang negara menggunung, aset di lego kepada asing, anggaran buat bancakan pejabat. Rakyat tetap optimis, karena InsyaAllah atas izin dan pertolongan Allah SWT, 2019 seluruh kerusakan dan kengerian hidup ini bisa diakhiri.

Rakyat optimis, dan tidak perlu lagi mengemis kepada Jokowi untuk sadar atau mengundurkan diri. Rakyat, telah mulai terbiasa dengan pertarungan dan perlawanan. Rakyat, sudah mulai kebal dengan segala bentuk kezaliman dan penindasan. Rakyat optimis, 2019 seluruh kezaliman dan segala bentuk penindasan bisa diakhiri.

Sekali lagi, rakyat telah siap dengan rencana dekat juga rencana jangka panjang. Telah siap dengan konsekuensi kemenangan, bahkan jauh lebih siap dengan konsekuensi penindasan. Lihat saja, semua pasti bisa dilalui. Rakyat, sangat optimis bisa melalui catatan sejarah bangsa, untuk keluar dari penjajahan dalam segala bentuknya.

Pak Jokowi, tidak perlu mengeluarkan orasi agitasi untuk membius rakyat agar optimis menghadapi tahun 2019. Rakyat, sudah sangat siap bahkan melebihi apa yang Anda bayangkan.

Anda terbiasa dengan laporan kebajikan, tentang masa depan Anda yang akan mampu melanggengkan kezaliman. Tapi, saya ingin sampaikan kabar buruk kepada Anda : kezaliman itu akan berakhir, masa tangguh represifme telah habis, rezim anti Islam itu akan sampai pada ajalnya.

Justru saya sampaikan kepada Anda, optimislah menghadapi hari-hari, dimana orang yang biasa disekitar Anda akan menjauh satu persatu. Mereka semua saling menjauh, seiring menjauhnya kekuasaan terhadap Anda. Tapi, satu hal yang Anda wajib ketahui, setelah menjadi orang biasa, setelah tanggal predikat Anda sebagai penguasa, maka tidak akan ada lagi pihak yang akan mengkritik Anda.

Karena semua tidak ada yang mempermasalahkan pribadi Anda. Yang dikritik dan dipersoalkan adalah kebijakan Anda dalam kapasitas sebagai penguasa. Jika kekuasaan itu tanggal, tentu tidak adil jika kami terus mengkritik Anda.

Kami akan biarkan Anda untuk mengambil masa pensiun, dan beristirahat dari pentas politik. Tetapi, tentu saja kami tidak bisa halangi, jika KPK menelusuri kasus yang mungkin saja melibatkan Anda, atau setidaknya melibatkan keluarga Anda. Karena itu, nasehat saya sebelum semua itu terjadi : bersabar, ikhlas dan tawakal lah. [MO/ge]

Posting Komentar