Oleh: Hasnani
(Bidan dan Aktivis Dakwah)

Mediaoposisi.com- Dalam pekan menjelang akhir tahun 2018 penindasan Pemerintah China terhadap Muslim Etnis  Uighur di Xinjiang menyita banyak perhatian kaum Muslim di Dunia termasuk di Indonesia sendiri dimana berita terkait meningkatnya pelangggaran HAM secara massif yang dilakukan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRC) terhadap kaum Muslim Uighur.

Warga Uighur adalah kelompok etnis minoritas yang sebagian besar beragam Islam dan terutama berbasis di wilayah Xinjiang, di Barat laut China. Bahasa mereka terkait dengan bahasa Turki, dan juga memiliki kesamaan dengan Uzbek, Mongol Kazakh dan Kyrgyz (Liputan 6).

Jumlah orang Uighur di China sekitar 11 juta orang. Sebagian besar bermukmin di bagian barat itu.  Provinsi Xinjiang dengan mayoritas suku Uighur ini terletak di ujung Barat China, dan merupakan wilayah terbesar di negeri itu. Sebagai daerah otonom setidaknya secara teori xinjiang semacam pemerintahan sendiri, yang agak jauh dari kendali Beijing, Muslim Uighur mencakup setengah dari sekitar 26 juta penduduk di wilayah tersebut (Detiknews).

Pemerintah China sebenarnya telah lama melakukan penindasan terhadap kaum Uighur di Xinjiang dengan membuat aturan yang tidak masuk akal seperti:
1. Melarang laki-laki Muslim memanjangkan jenggot
2. Melarang  berpuasa pada bulan Ramadhan
3. Melarang  memberi nama bayi dengan nama-nama Islam
4. Melarang anak-anak muslim uighur terlibat dalam kegiatan Agama
5. Memerintahkan seluruh muslim uighur untuk menyerahkan seluruh barang yang bernuansa  agama seperti sajadah,
6. Menyita mushaf AL-Quran dengan alasan mengandung konteks ekstrim
7. Memaksa kaum Muslim memakan babi dan meminum alkohol di kamp re-edukasi
8. Memaksa kaum Muslim Uighur untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu partai komunis. Dan  bahkan pemerintah China secara ketat menempatkan pos-pos pemeriksaan di seluruh wilayah hingga perbatasan Xinjiang.

Mengapa pemerintah China melakukan itu ? karena mereka Muslim, karena mereka adalah umat Islam, dan itu artinya mereka yang dimusuhi pemerintah China adalah yang berbau Islam. Dan ia sudah jelas mereka ingin menghilangkan Islam dari bangsa Uighur. Mereka melucuti yang berbau Islam.

Itulah mengapa Pemerintah China membangun  sebuah kamp-kamp Konsentrasi. Mirip dengan rumah tahanan besar dan disanalah Pemerintah China berupaya mencuci otak kaum Uighur dan menanamkan doktrin Komunisme. Jika kaum Uighur melakukan penolakan terhadap kententuan itu maka  mereka akan di ganggu dan diintimidasi. Walaupun dibantah oleh Pemerintah China tentang keberadaan kamp-kamp, penahanan ini dikuatkan oleh berbagai informasi dari pejabat-pejabat China sendiri.

Mengapa China memusuhi Islam ?
Sebagai umat Islam kita sudah tidak heran lagi dengan tindakan yang dilakukan oleh orang kafir. Sebab begitulah sikap kaum kafir tidak akan pernah berhenti melakukan hal apapun sebelum kemauannya terpenuhi. Kebencian mereka terhadap kaum muslim dengan jelas dalam firman Allah SWT:

Mereka kaum (kafir) tidak pernah berhenti memerangi kalian (kaum muslim) sampai mereka bisa mengembaikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) andai saja mereka sanggup.” (TQS Al-Baqarah :217)

Itulah salah satu firman Allah yang menjadi bukti tentang kebencian dan kemusyrikan kaum kafir terhadap kaum Muslim. Sebagai umat muslim kita wajib menolong mereka sebagaimana firman allah SWT dalam Al-Quran :
Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan (pembelaan) agama maka kalian wajib memberikan pertolongan” (TQS Al-Anaf :72).

Uighur telah lama menjerit meminta pertolongan kepada kaum Muslim. Mereka ingin diselamatkan dari penindasan yang dilakukan oleh pemerintah China. Oleh karena itu, umat muslim wajib menolong, melindungi, dan memelihara keimanan dan keislaman mereka.

Akan tetapi mirisnya saat ini tidak ada satupun pemimpin muslim yang mau menolong mereka, bahkan hanya dengan mengirim pasukan untuk menyelamatkan mereka saja mereka tidak berani dengan berbagai alasan yang dikarenakan itu adalah permasalahan dalam negeri dan negara lain tidak  boleh ikut campur. Dalam permasalahan ini umat Islam dan negara sangat membutuhkan khilafah. Ini berdasarkan sabda Nabi Saw:
Sungguh Imam (khalifah) laksana Perisai kaum Muslim akan berperang dan berlingdung di belakang dia" (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Mengapa hanya imam (khalifah) yang disebut sebagai junnah (perisai)? Karena dialah satu-satunya yang bertanggung jawab atas segala urusan negara dan rakyatnya. Ini sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi Saw :
Iman (khalifah) itu pengurus rakyat dan hanya dia yang bertanggung jawab atas rakyatnya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Inilah yang ada pada diri kepala Negara Islam pada masa lalu, baik Nabi saw, maupun para Khalifah setelah beliau. Ketika ada wanita muslimah yang dinodai kehormatannya oleh orang Yahudi Bani Qainuqa’ di Madinah. Sebagai kepala Negara, Nabi saw menyatakan perang terhadap mereka dan diusir dari Madinah. Demikian yang dilakukan oleh Nabi saw sebagai kepala negara waktu itu demi melindungi rakyatnya.

Hal yang sama dilakukan oleh para khalifah setelah beliau. Khalifah Harun ar-Rasyid di era Khilafah ‘Abbasiyyah. Misalnya, pernah menyumbat mulut jalang nakfur, raja romawi, dan memaksa dia berlutut kepada khilafah. Semua itu dilakukan karena mereka adalah junnah (perisai) dan tentunya dasarnya adalah akidah Islam. Karena akidah Islam inilah kaum muslim siap perang dan mati syahid, rasa takuT di dalam hati merekapun tidak ada lagi. Karena itu musuh-musuh mereka takut luar biasa ketika berhadapan dengan pasukan kaum muslim.

Sangat jauh beda dengan saat ini khususnya dengan negeri tercinta kita ini, saat al-quran dan Nabi Muhammad saw dinistakan justru penista dibela. Ketika rakyat kelaparan malah orang asing yang dimakmurkan jadi sangat jelas bahwa sebenarnya yang dibutuhkan adalah Khilafah. Karena khilafahlah pelindung sejati umat sekaligus pelindung agama, kehormatan, darah dan harta mereka. Khilafah pula yang  akal menjadi penjaga kesatuan, persatuan, dan keutuhan setiap jengkal wilayah mereka.

Semoga apa yang dialami umat Islam di seluruh dunia, terkhususnya umat muslim di Uighur membuka mata batin kita dan menyadarkan kita bahwa sangatlah penting seorang khalifah untuk negara. Saatnya khilafah Rasyidah’ala Minhajin Nubuwwah yang kedua di tegakkkan di muka bumi ini.[MO/sr]

Posting Komentar