Oleh  : Santi
Mediaoposisi.com-Menurut Faisal Basri, Indonesia adalah negara  Maritim. Indonesia terdiri dari ribuan pulau, kalau ingin mengintegrasikan seharusnya transportasinya pakai transportasi laut," ujar Faisal Basri.
Lantas Faisal Basri menyebut bahwa penamaan tol laut adalah sebuah kekeliruan karena di laut merupakan jalan yang bebas hambatan.
"Terminologi tol laut aja sudah salah, di laut itu tol semua bebas hambatan nggak perlu bayar, " ujarnya.
Faisal Basri lantas mengkritik pembangunan Tol di Sumatera dan di Pulau Jawa dibangun jalan tol Sumatera, jawa-banyuwangi dengan alasan mempermudah logistik,
MashaAllah itu sesat pikir, karena logistik yang paling murah dan efisien dan efektik untuk meningkatkan daya saing di Indonesia adalah transportasi laut, logikanya kalau logistik diangkut pakai truck maksimal cuma 10 ton, dan ongkosnya 10 kali lipat lebih mahal, jadi kalau dari Aceh mau dibawa ke darat pakainya transportasi laut, bukan darat," ujar Faisal Basri disambut tepuk tangan.
Faisal Basri lantas menyebut bahwa pembangunan insfraktuktur di pemerintahan Jokowi tidak semua ngawur, namun banyak yang ngawur.
Presiden Joko Widodo mengatakan, pada akhir 2018 hingga 2019, akan banyak proyek infrastruktur di Indonesia yang rampung dan resmi beroperasi.
"Akhir tahun ini dan awal tahun depan, kami akan resmikan infrastruktur yang sudah kami bangun selama empat tahun ini," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato pada acara CEO Forum di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Sebenarnya untuk siapa infrastruktur itu dibangun?
Seharusnya untuk Rakyat bukan untuk Konglomerat.  Gratis bukan berbayar. Jika bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya digunakan untuk sebesar- besar kemakmuran Rakyat tentu bukan seperti ini. Tapi faktanya jalan tol tarifnya cukup mahal untuk rakyat kebanyakan.
Satu lagi bukti penyimpanangan dalam mengelola infrastruktur oleh rezim gagal dan antek asing.
Pembangunan infrastruktur dalam Islam untuk kepentingan Rakyat, kemudahan layanan, gratis dan bukan dari biaya utang riba.
Sayang sekali di negeri tercinta ini semua tak luput dari utang riba semua tercemar . Karena aturan yang diambil bukan aturan Islam yang selalu berdasarkan hukum syara'.
Yang pasti takkan pernah menghalalkan yang haram. Atau sebaliknya. Hanya Islam satu- satunya yang jelas menampakkan mana hak dan mana  bathil.[MO/AD]

Posting Komentar