Oleh: Heni nuraini

Mediaoposisi.com- Kasus prostitusi online bak bola salju yang semakin menggelinding semakin besar.Prostitusi merupakan aktivitas seks yang dilakukan di luar akad nikah yang sah. Meski demikian, di Indonesia, sudah jamak dikenal prostitusi legal di mana aktivitas tersebut dipantau pemerintah. Padahal, dari prostitusi inilah muncul berbagai masalah sosial masyarakat lainnya, seperti perceraian, aborsi, trafficking dan penyebaran penyakit seksual menular, termasuk yang paling berbahaya, HIV/ AIDS.

Anehnya, pemerintah masih tutup mata dengan dampak berantai dari eksistensi pelacuran ini. Akibatnya, pelacuran makin menjadi, termasuk memakan korban dari kalangan anak-anak dan remaja.buktiknya,Praktik prostitusi online ternyata tidak hanya terjadi di kalangan artis saja, tapi juga pelajar dan mahasiswa di Lampung pun terlibat pada dunia hitam ini. Praktik prostitusi online yang melibatkan pelajar dan mahasiswa ini berhasil terbongkar di Kota Metro. Polisi berhasil mengamankan dua muncikari, H (38) dan LR (23).

Keduanya merupakan warga Punggur, Lampung Tengah. Keduanya mengaku memperdagangkan sekitar 10 perempuan kepada laki-laki hidung belang. "Latar belakangnya (perempuan yang diperdagangkan) berbeda- beda. Ada yang mahasiswa, ada yang janda, dan memang tidak adakerja. Untuk pelajar maupun seks menyimpang atau pasangan sejenis, itu tidak ada dari dua tersangka tadi," kata Kepala Satreskrim Polres Metro Ajun Komisaris Try Maradona, Minggu (13/1/2019) TRIBUNLAMPUNG.CO.ID.

Prostitusi adalah perilaku terlarang menurut pandangan agama dan norma manapun. Dan setiap yang bertentangan dengan agama hanya akan melahirkan bahaya dan kerusakan.Gaya hidup liberal yakni lepas dari tuntunan agama semakin mewarnai kehidupan masyarakat. Rendahnya ketakwaan dan tuntutan gaya hidup konsumtif lagi mewah adalah pendorong langsung maraknya prostitusi online . Meski faktor kemiskinan juga seringkali menjadi alasan.

Penerapan aturan Islam secara totalitas sebenarnya menjadi solusi tuntas mengatasi prostitusi. Islam merupakan sistem kehidupan, apabila sistem tersebut diambil hanya sebagiannya saja kemudian yang lainnya tidak diterapkan maka yang terjadi malah kekacauan. Maka solusi satu-satunya dalam menuntaskan masalah prostitusi dan turunannya adalah dengan menerapkan aturan Islam secara sempurna.

Islam menetapkan lima jalur yang harus ditempuhuntuk mengatasi maraknya prostitusi. Jalur pertama,penegakan hukum/sanksi tegas kepada semua pelaku prostitusi/zina.Tidak hanya mucikari atau germonya. Pekerja seks komersial (PSK) dan pemakai jasanya yang merupakan subyek dalam lingkaran prostitusi harus dikenai sanksi tegas.Jalur kedua, penyediaan lapangan kerja.faktor kemiskinan yang seringkali menjadi alasan utama PSK terjun ke lembah prostitusi tidak perlu terjadi bila negara memberikan jaminan kebutuhan hidup setiap anggota masyarakat. Termasuk penyediaan lapangan pekerjaan, terutama bagi kaum laki-laki. Ini karena perempuan semestinya tidak menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya.

Langkah ketiga yaitu pendidikan yang sejalan. Pendidikan bermutu dan bebas biaya akan memberikan bekal kepandaian dan keahlian pada setiap orang agar mampu bekerja dan berkarya dengan cara yang baik dan halal.Pendidikan juga menanamkan nilai dasar tentang benar dan salahserta standar-standar hidup yang boleh diambil dan tidak.Sehingga alasan PSK yang kembali ke tempat prostitusi setelah mendapat pembinaan keterampilan karena lebih sulit mendapat uang dari hasil menjahit dibanding melacur tidak akan terjadi bila ada penanaman kuat tentang standar benar dan salah.Selanjutnya jalur keempat yaitu sosial.

Pembinaan untuk membentuk keluarga yang harmonis merupakan penyelesaian jalur sosial yang juga harus menjadi perhatian pemerintah. Yang tidak kalah penting adalah pembentukan lingkungan sosial yang tidak permisif terhadap kemaksiatan sehingga pelaku prostitusi akan mendapat kontrol sosial dari lingkungan sekitar.

Lalu jalur kelima adalah kemauan politik.Penyelesaian prostitusi membutuhkan diterapkannya kebijakan yang didasari syariat Islam. Harus dibuat undang-undang yang tegas mengatur keharaman bisnis apapun yang terkait pelacuran.Tidak boleh dibiarkan bisnis berjalan berdasar hukum permintaan dan penawaran belaka tanpa pijakan benar dan salah sesuai syariat. Negara tidak hanya harus menutup semua lokalisasi, menghapus situs prostitusi online tapi juga melarang semua produksi yang memicu seks bebas seperti pornografi lewat berbagai media.

Indonesia darurat gaya hidup liberal yang lahir akibat diadopsinya sistem demokrasi yang menuhankan kebebasan perilaku. Darurat prostitusi dengan beragam modelnya adalah buah busuk sistem ini.sudah selakyaknya masyarakat mencampakkan sistem ini.Karenanya seluruh masyarakat sesungguhnya membutuhkan negara yang menerapkan syariat Islam secara sempurna.Negara merupakan satu-satunya institusi yang mampu menerapkan syariat Islam ini dalam bentuk Khilafah Islamiyah.[MO/sr]




Posting Komentar