Oleh: Nina Marlina 
(Komunitas Pena Islam)

Mediaoposisi.com- Dalam masa pemerintahan Jokowi-JK, infrastruktur menjadi salah satu program yang gencar dilaksanakan. Sebagaimana diketahui bersama Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya telah rampung akhir tahun 2018 yang lalu. 

Di tahun 2019 ini, Jokowi menargetkan beberapa infrastruktur untuk selesai, diantaranya Tol Bakauheni-Palem bang. Adapun alasan Pemerintah banyak membangun infrastruktur tol adalah agar mempercepat waktu tempuh perjalanan dan distribusi logistik. Alasan lainnya yaitu untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol (UMKM) dan memicu perkembangan pariwisata daerah lebih cepat. 

Namun hal tersebut dibantah oleh ekonom senior, Faisal Basri. Ia mengatakan  bahwa Indonesia adalah negara Maritim. Jika ingin mengintegrasikan pulau-pulau, seharusnya transportasinya menggunakan transportasi laut. Penamaan tol laut adalah sebuah kekeliruan karena di laut merupakan jalan yang bebas hambatan. Biaya transportasi laut lebih murah dan lebih efisien, karena bisa mengangkut barang lebih banyak. 

Menurut Grigg (1988), infrastruktur adalah sistem fisik yang menyediakan sarana transportasi, drainase, pengairan, bangunan gedung serta fasilitas publik lainnya, yang mana sarana ini dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar manusia, baik itu kebutuhan ekonomi maupun kebutuhan sosial. 

Pembangunan infrastruktur memang sangat penting. Sebagaimana dalam pengertian di atas bahwa tujuan dibangunnya infrastruktur adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan dasar rakyat seharusnya terpenuhi dengan pembangunan infrastruktur oleh negara. Selain sandang, pangan, papan, kebutuhan rakyat lain yang menjadi tanggung jawab negara adalah pendidikan dan kesehatan. Maka, untuk pendidikan seharusnya pemerintah membangun sekolah yang layak dan berkualitas. Sementara untuk kesehatan, rumah sakit didirikan untuk melayani rakyat yang sakit secara gratis.  

Namun, yang terjadi saat ini infrastruktur yang dibangun tidak memberikan manfaat banyak secara langsung kepada masyarakat. Misal pembangunan tol, yang lebih diuntungkan adalah para pengusaha yang lebih mudah mendistribusikan barang mereka. Juga orang menengah ke atas yang mampu membayar tarif tol dengan biaya mahal. Sementara rakyat kecil jarang yang menggunakan fasilitas jalan tol tersebut. Sementara untuk jalan yang sering dilalui masyarakat, dan pelosok-pelosok banyak yang rusak, tidak mendapatkan perhatian. Jadi, pembangunan infrastruktur lebih banyak untuk kepentingan para pemilik modal dan investor asing. 

Lalu dari segi pembiayaan, infrastruktur saat ini lebih banyak dimodali oleh dana utang dari para investor asing. Alasannya, karena negara tidak mampu membiayai dengan APBN yang terbatas. Untuk membangun sebuah infrastruktur, dibutuhkan ribuan triliun rupiah. Masalah lain dari pembangunan infrastruktur adalah mark up atau korupsi. Banyak infrastruktur yang dibangun dengan material seadanya atau kualitas rendah sehingga akhirnya tidak kuat dan cepat rusak. 

Dalam sistem Islam, negara sangat memperhatikan kebutuhan rakyatnya, tidak terkecuali infrastruktur. Infrastruktur yang akan dibangun negara harus melihat beberapa hal. Pertama, infrastruktur tersebut benar-benar diprioritaskan untuk kebutuhan rakyat. Kedua, dari segi waktu pengadaan, diutamakan untuk membangun infrastruktur yang keberadaannya mendesak. 

Jika menundanya akan menimbulkan bahaya. Misalkan jalan umum, sekolah dan rumah sakit. Ketiga, dari segi pembiayaan, tidak boleh bergantung pada utang luar negeri, investor asing atau swasta. Infrastruktur harus dibiayai dari dana milik umum atau negara. Negara tidak boleh mengambil keuntungan sehingga membebani rakyat. 

Dengan demikian, Islam sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam hal infrastruktur. Jika Islam diterapkan secara sempurna, insyaallah rakyat akan merasakan kesejahteraan. Kebutuhan sarana dan fasilitas akan didapatkan secara mudah. Namun tentu Islam membutuhkan sebuah wadah atau institusi untuk menerapkannya. Saatnya umat bersatu untuk dapat mewujudkannya. Semoga kita termasuk bagian dari para pejuangnya. Allahu Akbar.[MO/sr]


Posting Komentar