Oleh: Shafayasmin Salsabila
(anggota komunitas kepenulisan Revowriter dan Penggerak Ta'lim MCQ Sahabat Hijrah Indramayu)

Mediaoposisi.com- Mimpi buruk paling horor, mengunjungi kota mangga. 1200 Ibu Rumah Tangga (IRT), positif. Bukan positif hamil, melainkan terditeksi mengidap HIV/AIDS. Jika dijumlah secara keseluruhan, total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu sebanyak 3.285 orang, sepertiganya ditempati oleh IRT. Seperti gunung es, diperkirakan, jumlah penderita yang sesungguhnya lebih banyak dibandingkan jumlah yang terdata. Pasalnya, tak sedikit penderita yang merasa malu untuk memeriksakan diri.

Ibarat terkena getah, IRT yang tak bedosa, harus menanggung derita berkawan virus penghancur masa depan. Padahal IRT tersebut telah sedemikian rupa menjaga kesuciannya dari selingkuh dan berzina. Lantas dari mana datangnya virus tersebut?

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Boni Koswara menuturkan tentang seorang IRT yang terditeksi ada virus mematikan dari dalam tubuhnya. Bahwa pekerjaannya sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia) membuatnya terpisah dengan suami lantaran pergi ke luar negeri. Ternyata selama ditinggal, suami 'jajan sembarangan'. Saat istri pulang dari perantauan, suami menularkan virus HIV/AIDS tersebut. Malang tak dapat ditangkal.

Cukupkah rasa prihatin mengawal fakta memilukan ini? Tentu tidak. Butuh upaya nyata untuk memusahkan virus pembunuh ini.

Penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Indramayu masih ditularkan lewat hubungan seksual. Dari jumlah kasus yang terdeteksi, tercatat ada  2.960 kasus yang penularannya lewat hubungan seks heteroseksual. Sebab lainnya berasal dari pergaulan bebas anak muda dan faktor suami yang melakukan hubungan badan di luar rumah. Sehingga menularkan kepada istrinya. (republika.co.id)

Menjadi satu pertanyaan besar, mengapa aktivitas hubungan badan yang dilarang agama kian marak terjadi? Padahal Indramayu adalah sebuah kota dengam slogan "REMAJA" yakni religius, maju dan sejahtera. Ironis jika zina membudaya bahkan perilaku terkutuk kaum Nabi Luth dipelihara.

Sebenarnya, upaya sosialisasi sudah digelar. Sebagaimana dilansir harian Radar Cirebon, Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Hima Kesmas) Stikes Indramayu menggelar longmarch sekaligus kampanye peringatan HAS (Hari AIDS Sedunia) dengan tema Together for World Without AIDS, Sabtu (1/12). Namun ada perkara penting lain yang justru kurang diperhatikan.

Saat ini, kehidupan berselimutkan ide-ide barat. Kesenangan jasmani menjadi tujuan. Syahwat liberal diumbar didukung oleh sistem yang permisif terhadap kemaksiatan. Halal haram tidak lagi menjadi pertimbangan. Semua adalah akibat jauhnya masyarakat dari pemahaman agama.

Islam telah gamblang melarang segala perbuatan mendekati zina. "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (TQS. Al Isra: 32).

Pergaulan laki-laki dan perempuan diatur sedemikian rupa. Larangan menyepi berdua (kholwat) dan campur baur (ikhtilat), serta aturan menutup aurat adalah serangkaian bentuk penjagaan Islam. Ditambah kecaman bagi pelaku homoseksual, menjadi pemadam kebakaran. Kebakaran moral yang berujung pada membiaknya virus HIV/AIDS.

Rambu-rambu di atas akan diaminkan secara perbuatan, apabila masyarakat sudah memahami prinsip kehidupan seorang Muslim. Yakni bersandar pada aturan main dari Sang Pencipta. Sadar akan posisi syariat sebagai pakem dalam bertindak. Hawa nafsu akan ditundukkan diatas ayat. Jiwa menciut saat teringat dosa akan berujung siksa. Hatinya takut pada perbuatan maksiat meski ada kesenangan dan kenikmatan duniawi yang ditawarkan.

Upaya penyadaran masyarakat terhadap ajaran Islam Islam inilah yang dinamakan dakwah. Untuk itu seyogianya pemerintah mendukung digiatkannya dakwah, baik dalam bentuk majlis ta'lim atau pembinaan di berbagai sekolah dan instansi. Juga memperbaiki sistem tata sosial, serta ekonominya agar tercegahlah IRT menjadi buruh migran. Membuka peluang kerja agar kepala keluarga dimudahkan memenuhi kewajiban untuk menafkahi keluarganya.

Solusi konfrehensif ini akan menjadi obat ampuh bagi pemusnahan virus HIV/AIDS. Sekaligus menyudahi mimpi buruk yang membawa horor bagi para IRT. [MO/sr]



Posting Komentar