Oleh: Ummu Haszam

Mediaoposisi.com- Dalam siaran langsung acara ILC tvOne Selasa, 8 Januari 2019, salah satu nara sumbernya, Rocky Gerung, menyampaikan bahwa ada dua lembaga radikal hasil dari reformasi yaitu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan KPU (Komisi Pemilihan Umum). Dua lembaga ini diharapkan mampu menjaga independensinya di tengah perpolitikan bangsa.

Namun belakangan ini masyarakat lebih banyak menyoroti kinerja KPU. Karena sebentar lagi akan diadakan pesta demokrasi lima tahunan, yaitu Pileg dan Pilpres. Dimana KPU sebagai ujung tombak dari suksesnya hajatan Akbar ini.

Era digital memudahkan masyarakat ikut menyoroti KPU. Mulai dari penetapan daftar pemilih tetap (DPT), rekomendasi orang gila untuk mempunyai hak pilih, polemik kotak suara sampai masalah penyampaian visi misi calon presiden dan calon wakil presiden. Masyarakat berhak tahu seperti apa visi dan misi masing-masing Paslon (pasangan calon), sehingga tidak ada keraguan dalam menentukan pilihannya.

Namun, berdasarkan laman kompas.com (5/1/2019) ketua KPU Arief Budiman menyampaikan bahwa KPU batal memfasilitasi agenda penyampaian visi misi tersebut. Sulitnya menyatukan keinginan dari kedua Paslon menjadi salah satu penyebabnya. Visi misi akan diberikan oleh timses masing-masing saat kampanye.

Padahal penyampaian visi misi ini adalah hal yang penting. Hal ini juga bisa menjadi momen muhasabah dengan penguasa nanti. Pemimpin atau penguasa dalam Islam haruslah orang yang amanah, benar-benar bisa meriayah (mengurusi) umat. Bukan hanya dari janji-janjinya saja. Karena yang disampaikan akan dilihat apakah benar akan diperjuangkan kelak. Jadi sangat disayangkan jika tidak difasilitasi oleh KPU.

Hal lain yang banyak disorot oleh masyarakat adalah pemberian kisi-kisi materi debat presiden. Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bagi masyarakat ini juga salah satu pembodohan publik. Ibarat siswa akan ujian sekolah tapi sudah dapat bocoran soalnya.

Tujuan baik KPU agar tidak ada Paslon yang dipermalukan saat debat sesungguhnya tidak pada tempatnya.

Masih ada beberapa bulan ke depan. Masyarakat banyak berharap KPU kembali bernyali, KPU mampu mengembalikan independensi. Menjaga kewibawaan di depan publik.[MO/sr]


Posting Komentar