Oleh: Merli Ummu Khila 

Mediaoposisi.com- Ekonom Senior Faisal Basri. mengkritik tata niaga pangan pemerintah. Dalam kicauannya melalui twitter pribadinya, Faisal Basri menyebut Indonesia duduk di urutan pertama dengan mengimpor sekitar 4,45 juta metrik ton gula selama periode 2017/2018.

"Praktek rente gila-gilaan seperti ini berkontribusi memperburuk defisit perdagangan," tulisnya seperti dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (12/1/2019)

Miris jika di masa lalu, Indonesia pernah menjadi negara pengekspor gula. Namun kini Indonesia malah menjadi salah satu negara pengimpor gula terbesar di dunia. Sampai kapan petani tebu dan pabrik gula lokal dikorbankan oleh kebijakan impor?

Lalu kebijakan mana yang pro terhadap petani? Alangkah mirisnya negeri yang subur dan lahan yang luas namun petani jauh dari kata sejahtera.

Selama Indonesia masih dalam bayang-bayang neoliberalisme yang berfokus pada perdagangan bebas yang hanya berpihak kepada para pemilik modal, maka sulit untuk memperjuangkan nasib para petani.

Saatnya kembali sistem yang dahulu pernah mensejahterakan seluruh rakyat dan berjaya di dua pertiga dunia yaitu sistem Islam.[MO/ad]

Posting Komentar