Oleh: Fitriani,S.Hi
(Forum Silaturahmi Muslimah Deli Serdang)

Mediaoposisi.com-Terungkapnya kembali kasus prostitusi online beberapa waktu lalu yang melibatkan artis VA dan 45 artis lainnya menyingkap tabir bahwa permasalahan prostitusi belum juga terselesaikan dinegeri ini. Karena bukan baru kali ini saja terjadi, namun sudah berulang kali. Dengan bayaran yang fantastis 80 juta sekali kencan menjadikan prostitusi itu sesuatu yang prestis untuk dilakukan.

Indonesia negeri dengan jumlah mayoritas muslim, namun kemaksiatan masih sering terjadi bahkan semakin merajalela. Sungguh miris. Wajar negeri ini jauh dari keberkahan. Justru yang ada kesempitan demi kesempitan hidup terus dirasakan masyarakat.

Bahkan bencana demi bencana seolah masih enggan berlalu. Sebagaimana Firman Allah SWT:

`Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.` (QS : Ath Tha-Ha: 124)

Mengapa hal ini terus terjadi?
Kalau kita melihat mengapa prostitusi tidak bisa diberantas hingga tuntas ternyata hal ini berkaitan dengan sistem yang diterapkan dinegeri ini. Sistem kapitalis demokrasi yang berazaskan sekulerisme yaitu pemisahan agama dari kehidupan didalamnya menjamin 4 kebebasan salah satunya adalah kebebasan bertingkah laku.

Sistem demokrasi menjamin seseorang untuk bertindak dan bertingkah laku sesuai dengan keinginannya, tanpa memperdulikan halal dan haram asal bisa mendatangkan materi dan kebahagiaan maka akan dijamin pelaksanaannya.

Ditambah lagi bahwa dinegeri ini prostitusi yang sebenarnya adalah aktivitas zina tidak dianggap sebagai tindakan kriminal. Sehingga tidak ada satupun orang , termasuk aparat hukum boleh melarangnya, apalagi menghukum pelakunya.

Sebagaimana yang kita saksikan  VA setelah diperiksa, dibebaskan dan berstatus saksi, hanya dikenai wajib lapor. Pemesannya juga sama. Sementara dua mucikari yang diciduk bersama VA ditahan dan akan dijerat pasal pelanggaran UU ITE.

Maka wajar saja prostitusi tidak akan pernah berakhir, bahkan berharap pada demokrasi untuk menyelesaikan kasus prostitusi adalah sebuah ilusi.

Maka untuk mengakhiri kasus prostitusi online ini hanya bisa diselesaikan dengan menerapkan Islam secara kaffah. Islam sebagai agama yang sempurna mampu memberikan penyelesaian terhadap semua permasalahan yang menimpa bangsa ini termasuk kasus prostitusi online.

Karena Dalam Islam, setiap muslim yang menjalankan setiap aktivitasnya wajib menyesuaikan diri berdasarkan perintah dan larangan Allah SWT. Kesenangan itu bukan sekedar memuaskan kebutuhan jasmani dan mencari kenikmatan, melainkan mendapatkan keridhaan Allah.

Dari segi tingkah laku, setiap muslim juga wajib terikat dengan aturan Islam. Maka perbuatan zina termasuk prostitusi tergolong tindak pidana dan bagi pelakunya berhak diberikan sanksi tanpa ada rasa belas kasihan.

Negara wajib menerapkan hudud (bentuk pelanggaran dan sanksinya ditetapkan Allah SWT) dan uqubat (sanksi pidana) untuk melindungi individu dan masyarakat. Kembalinya aturan Islam di tengah kehidupan masyarakatlah yang akan menghilangkan prostitusi ini. Yaitu dengan tegaknya sistem Islam secara Kaffah dalam bingkai Khilafah.[MO/sr]

Posting Komentar