Oleh: Siti Walizah

Mediaoposisi.com- Awal tahun, negeri ini kembali di gegerkan dengan penangkapan artis yang diduga terlibat kasus prostitusi online, dalam kasus tersebut polisi mengamankan lima orang yang terdiri dari artis terkenal berinisial VA dan foto model berinisial AS, satu asisten dan dua mucikari.

Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol. Ahmad Yusep Gunawan mengungkapkan, kedua tersangka biasa mempromosikan artis dan selebgram melalui akun instragramnya, terkait layanan jasa prortitusi. Yusep pun menduga, banyak artis dan selebgram yang terlibat dalam prostitusi online tersebut.

Masih dalam pendalaman (terkait jumlah artis yang terlibat prostitusi online). Untuk (artis) yang terkait didalam cukup banyak. Nanti kita sampaikan lebih lanjut.” Surabaya, Ahad (6/1), (republika.co.id)

Fenomena prostitusi online saat ini tengah merebak, mereka secara terang-terangan menjajakan jasa seks via instragram, twitter, facebook dan media sosial lainnya. Mereka tidak berfikir apakah caranya untuk mendapatkan uang yang halal atau haram, mereka tidak akan takut ketika mereka melakukan hal keji dan kotor ini, karena tidak diatur didalam perundang-undangan.

Bagi PSK yang menjajakan jasa seks lewat online, tidak dapat dijerat hukum, pasalnya ketentuan hukum di Indonesia memang hanya mempidanakan mucikari, dalam kasus sebelum nya pada tahun 2015, untuk kasus prostitusi online melibatkan nama sejumlah artis, sang mucikari Robby Abbas dijatuhi hukuman satu tahun empat bulan penjara setelah terbukti melanggar pasal 296 KUHP tentang kesusilaan. Sementara pekerja seks dan klien-kliennya berstatus sebagai saksi, jadi hanya mucikari yang menjadi sasaran.

Berbeda dengan islam dalam mengatasi kasus prostitusi online, islam memiliki solusi tuntas dalam menghilangkan kemaksiatan, dalam islam prostitusi adalah tindakan yang keji, tindakan perzinahan yang di haramkan. Sebagaimana Allah melarang dalam firman :

dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya itu perbuatan yang keji dan suatu perbuatan yang buruk” (Q.S Al-Isra’ : 32).

Tidak hanya melanggar perzinahan, Allah juga memberikan sanksi yang  bagi pelaku zina, sehingga menimbulkan efek jera bagi pelakunya. Hukuman bagi pezina yang sudah menikah harus di rajam, sedangkan yang belum menikah di cambuk 100 kali, Firman Allah :

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah (cambuklah) tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera (cambuk), dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”. (Q.S An Nur : 2)

Itulah Hukuman Allah yang jelas dan sangat tegas mengatasi kasus prostitusi ini. Bagaimana Allah menjaga kesucian setiap wanita, kasus ini tidak akan terulang kembali, masyarakat akan berfikir kembali untuk melakukan tindakan prostitusi.

Saatnya kita kembali ke aturan islam, hanya aturan islamlah yang mampu menjelaskan setiap permasalahan kehidupan.[MO/sr]




Posting Komentar