Oleh: Giyanti S.Pd.l

Mediaoposisi.com- Indonesia merupakan negara agraris dimana hampir semua bahan makanan tersedia. Mulai dari makanan pokok, sayuran, buah-buahan dan berbagai sumber bahan makanan hewani juga tersedia. Hal tersebut dikarenakan negara ini subur dan termasuk negeri maritim di mana wilayah negara memiliki laut yang luas.

Hal tersebut seharusnya menjadi titik poin yang sangat menguntungkan bagi rakyat sehingga kebutuhan akan pangan tidak lagi menjadi masalah utama.

Namun jika menilik pada keadaan rakyat dewasa ini, kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan primer setiap warga negara menjadi tak terjangkau dikalangan ibu ibu kelas menengah kebawah. Pasalnya setiap waktu harga harga kebutuhan tersebut bisa naik.

Seperti halnya pada masa akhir tahun menjadi ajang lonjakan harga2 termasuk pangan yg  membuat kaum ibu menjerit hal ini terjadi karena ketika terjadi kenaikan harga-harga tetapi tidak disertai kenaikan pendapatan maka kaum ibu harus memutar otak lebih untuk  mencukupkan uang belanja yang ada dengan kebutuhan. Pasalnya tidak hanya kebutuhan pokok saja yang mengalami kenaikan tetapi sektor lain juga demikian.

Alih alih menurunkan harga atau menenangkan rakyat rezim  malah menyalahkan jeritan rakyat. Hal tersebut terlihat dimana staf Kepresidenan, Moeldoko, mengaku jengkel jika ibu-ibu berteriak tentang kenaikan harga, dan menyuruh ibu-ibu untuk menanam sayur sendiri (www. Finance.detik.com).
Menilik dari hal tersebut menjadikan bukti akan kegagalan rezim mencukupi kebutuhan pokok/pangan rakyat.

Dalam Islam seorang pemimpin adalah junnah yang harus nya mampu menjadi perisai untuk rakyat nya yang mengayomi rakyat dan memenuhi segala kebutuhan rakyat. Seperti halnya yang dilakukan  oleh Kholifah Umar bin Khatab yang rela memikul bahan makanan untuk diberikan pada  rakyatnya yang lapar.

Ketika negeri Islam di berkahi dengan kekayaan yang melimpah ketika tidak di kelola sesuai hukum Syara' dan dieksploitasi sesuai hawa nafsu manusia maka keberkahan yang di harapkan pun sirna.
Allah adalah Al Khaliq dan Al mudabbir.

Allah telah menciptakan bumi seisinya serta menurunkan hukum untuk mengatur Manusia dalam kehidupan Hatta dalam pengaturan pengelolaan kekayaan alam. Kembali dengan hukum Allah dan menerapkan aturan Allah adalah kewajiban untuk mendapatkan keberkahan dunia akhirat.[MO/sr]

Posting Komentar