Oleh : Zahidah Summayah 
(Aktivis Dakwah Islam Kaffah) 

Mediaoposisi.com-Mengawali tahun 2019 publik  digoncangkan oleh kasus prostitusi online yang marak terjadi pada artis.

Baru-baru telah terjadi kemaksiatan yang menyita perhatian masyarakat Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus prosititusi online yang melibatkan dua artis ibukota di Surabaya pada Sabtu (5/1).

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan lima orang yang terdiri dari artis berinisial VA dan foto model berinisial AS, satu asisten, dan dua mucikari.

Artis VA tersebut diperkirakan mendapat bayaran Rp80 Juta dari pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Sementara foto model berinisial AS disebut-sebut mendapatkan bayaran Rp25 juta untuk sekali kencan.

Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol. Ahmad Yusep Gunawan mengungkapkan, kedua tersangka biasa mempromosikan artis dan selebgram melalui akun instagram-nya, terkait jasa layanan prostitusi. Yusep pun menduga, banyak artis dan selebram yang terlibat dalam prostitusi online tersebut.(19/01/18)

Kasus prostitusi di negeri ini bak seperti jamur yang sulit untuk diberantas, pasalnya selain kemak-siatan terssbut menghasilkan limpahan materi,secara hukum pun yang berlaku tidak membuat jera para sang pelakunya. Baik pengguna layanan prostitusi maupun yang memberikan jasanya.

Bahkan berita yang terbaru, artis yang terciduk tersebut hanya sebagai korban dari bisnis ini. Belum lagi dikutip TribunWow.com dari SuryaMalang.com ada  sederetan artis yang masih akan melakukan proses pemanggilan sebagai saksi dari kasus prostitusi ini.
 
Indonesia yang notabene bersistem kapitalis sekuler yang dasarnya adalah kebebasan setiap individu telah menghantarkan orang untuk meraih materi dan asas manfaat diatas segala -galanya meskipun dicapainya melalui jalan yang bathil nan haram.

Terlebih lagi kondisi negara yang tidak memiliki fungsi untuk melindungi bagi warganya.Sistem saat ini memberi celah kepada setiap insan untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan sesuai tuntunan norma agama.

 Dan sangat disayangkan hukum yang diterapkan untuk kasus prostitusi bukanlah semua pihak yang terlibat didalamnya, melainkan hanya hukum bagi mucikari (germo), dimana seseorang diduga melakukan tindak pidana melanggar pasal 506 KUHP jika telah menarik keuntungan dari perbuatan cabul/persetubuhan wanita dan menjadikan nya sebagai matapencaharian.

Sedangkan ancaman pidana tahun 2007 undang-undang nomor 21,untuk perdagangan orang (traficking) maksimal hukuman 15 tahun penjara. Merebaknya kasus perzinahan layaknya wangi bunga,adalah hasil dari penerapan sistem yang tidak berlandaskan atas keimanan kepada Sang Khaliq.

Kebebasan yang diusung menjadikan setiap wanita tidak lagi memiliki kemuliaan. Krisisnya keimanan dan pemahaman akan sesuatu pemikiran yang benar yang berlandaskan akidah islam dalam pandangan hidup masyarakat akan semakin menjauhkan manusia melakukan perbuatan atas nilai haram atau pun halal.

Islam memiliki solusi tuntas dalam menghilangkan kemaksiatan (perzinahan) dengan  penerapan sistem secara kaffah dalam bingkai khilafah ala manhaj kenabian yang berlandaskan akidah islam.

Penerapan sanksi dalam islam dengan tegas bagi pelaku yaitu bagi pezina yang sudah menikah akan dirajam sampai meninggal yang belum menikah akan di cambuk 100 kali dan diasingkan ini dimaksudkan untuk mencegah hal tersebut terulang kembali serta menjauhkan mereka dari ide-ide sesat seperti kapitalisme, liberalisme dan sekulerisme serta konten-konten yang akan mempengaruhi masyarakat terjerumus dalam kemaksiatan.

Negara melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap media massa seperti koran, majalah, buku, televisi dan jaringan internet agar tidak menjadi sarana penyebarluasan pornografi dan pemikiran-pemikiran sesat serta melanggengkan perbuatan maksiat.
 
Islam dengan tegas mengharamkan segala bentuk perbuatan yang mendekati zina bahkan menilainya sebagai perbuatan keji dan jalan yang buruk.

"Jika riba dan zina sudah menyebar disuatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri (HR.Al-Hakim,Al baihaqi dan Athabrani).
Sungguh penerapan syariah islam bukan saja sebagai solusi pilihan namun solusi tuntas atas segala permasalahan negri dan keadaan saat ini.

Karena segala aktifitas yang dilakukan setiap insan dalam naungan sistem islam dengan tujuan hanyalah mengharap dan menggapai ridho Allah SWT menjalankan perintah dan larangan -Nya.
sehingga menjadi hamba yang bertaqwa.

" Jikalau sekiranya penduduk negri-negri ini beriman dan bertaqwa,pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi,tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami itu,maka kami siksa atas perbuatannya(QS. Al-a'raf : 96).[MO/ge]

Posting Komentar