Oleh: Esem Pusnawati
Mediaoposisi.com- Pertemuan Presiden Korea Utara Kim Jong-un dengan Korea Selatan Moon Jae-in pada Jum’at (27/4) menarik perhatian internasional.  Kedatangan Presiden Korut ke desa Panmunjom (korsel) pun menjadi titik awal memperbaiki relasi dan perdamaian antara Korea, dan kedua pemimpin tersebut pun bersepakat untuk denuklirisasi secara total.
Kedatangan Kim yang tidak kalah menjadi sorotan adalah di Zona Demiliterisasi, dan pasca pertemuan tersebut kedua negara sepakat per 1 Mei akan menjadikan perbatasan maritim bagian barat (Zona Demiliterisasi) sebagai zona damai.
Berdamainya Korea setelah terpisah lebih dari 60 tahun, adalah awal bersatunya Korea. Bersatunya Korea bukanlah sebuah mimpi, karena pada hakikatnya negaranya satu, namun Korut dan Korsel terpisah setelah Perang Dunia II (1945) ditambah konflik peperangan yang dimulai pada 25 juni 1950. Selain Korea, Vietnam dan Jerman juga pernah terpecah pasca perang dunia II namun sekarang mereka kembali bersatu.  
Islam juga pernah bersatu dalam naungan Khilafah Islamiyah yang peradabannya diakui oleh dunia. Namun sekarang terpecah belah menjadi beberapa negeri muslim, setelah runtuhnya Khilafah Islam oleh Mustafa Kamal pada tahun 1924. Bukan mustahil, mimpi, apalagi utopia  bila umat Islam akan kembali bersatu.
Hal ini mengingatkan kita bahwa Islam juga bisa bersatu kembali, karna umat Islam itu adalah ummatan wahidatan (umat yang satu). Sekarang umat Islam seperti halnya Puzzle, dimana pada dasarnya mereka adalah satu namun terpecah oleh sekat dan yang memisahkan kaum muslim di dunia adalah sekat-sekat nasionalisme.
Terpecahnya kaum muslim menjadi beberapa negara adalah permasalahan utama kaum muslim saat ini. Jika Korea saja bisa bersatu lalu kenapa kaum muslim tidak bersatu? Bersatu dan majunya sebuah negara adalah sebuah kepastian bagi mereka untuk menyebarkan ideologi yang mereka miliki sehingga mereka menjadi negara yg berpengaruh di dunia. Jadi tunggu apalagi? Saatnya kaum muslim bersatu di bawah naungan Khilafah Islamiyah dan kembali menerapkan hukum Islam secara keseluruhan.
Pentingnya penerapan hukum Islam secara total yang akan menjaga darah dan kehormatan kaum muslim. Tegaknya Khilafah Islamiyah yang akan menjadi benteng pelindung negeri-negeri muslim.
Bersatunya kaum muslim dan tegaknya Islam akan melahirkan kembali peradaban Islam yang gemilang. Jika melirik pada masa Abbasiyah dimana waktu itu adalah masa peradaban Islam yang tinggi dan pemerintahan Islam yang cukup lama sehingga kekhilafahan Islam mengarungi dua pertiga dunia.
Kemajuan ilmu pada masa kekhilafahanpun sangat pesat, bahkan empat Imam mahzab pun terlahir pada masa itu yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbal. Tidak hanya itu, lahir pula ulama-ulama besar dan para ilmuwan muslim beserta karyanya.
Peradaban Islam melahirkan ilmuan yang hebat dan memberikan sumbangsih bagi perkembangan dunia. Oleh karena itu, urgentnya Khilafah Islamiyah yang akan mengembalikan peradaban yang mulia dan menyatukan semua umat muslim di dunia, hingga tidak akan ada lagi krisis keamanan yang terjadi seperti di Rohingnya, Damaskus, Palestina dan diberbagai belahan negeri kaum muslim lainnya.
Kejayaan Islam bukan hanya mimpi tapi itu adalah janji Allah SWT.
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nur :55)
Dan bisyarah Nabi Muhammad SAW,
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
Akan ada fase kenabian ditengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak mengakhirinya. Kemudian akan ada fase khilafah berdasarkan metode Kenabian. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya. Kemudian akan ada fase kepemimpinan yang dzalim. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya. Kemudian akan ada penguasa dictator. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali  khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian Nabi SAW, diam”. (HR. Ahmad)
Kejayaan Islam juga diprediksi olen NIC (Nation Inteligent Council) sebuah lembaga inteligen gabungan Amerika Eropa, bahwa akan munculnya kekuatan politik dunia pada tahun 2020, yaitu berdirinya negara Khilafah Islamiyah. Bahkan hal ini juga diakui oleh penasehat mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama yang mengakui Khilafah pasti kembali dan tidak bisa dihalangi.
Khilafah adalah ajaran Islam, keberadaannya dan kembalinya pun tidak bisa dipungkiri oleh dunia. Saatnya kaum muslim bersatu!!!. Allahu Akbbar.[MO/sr]

Posting Komentar