Oleh: Heni Andriani 

Mediaoposisi.com- Berita duka itu datang dari saudara kita muslim uiyghur yang berada di xianjiang ,China.Mereka mengalami penindasan yang luar biasa yang dilakukan oleh teroris komunis china yang berlangsung lama.

Perlakuan kejam mereka sungguh biadab,bagaimana tidak mereka melarang muslum uyghur untuk berpuasa Ramadhan,melaksanakan ibadah sholat bahkan melarang memberi nama-nama islam kepada bayi yang baru lahir.Hal ini dilakukan tujuan utamanya untuk memberangus islam dari bumi Xianjiang.kondisi muslim uyghur tidak mendapatkan respon dari dunia internasional bahkan negeri-negeri muslim tidak memiliki nyali sekalipun untuk melawan mereka komunis China.

Padahal sesungguhnya mereka adalah saudara kita yang wajib ditolong di jaga kehormatannya ,dibantu tatkala dalam kesusahan.Qs.9:71:

"kaum mukmin dan mukminat itu,sebagian mereka adalah penolong sebagian yang lain ',mereka memerintahkan perkara yang makruf dan melarang perkara yang munkar."

Hal ini menjadi isyarat bagi kita untuk membantu mereka bukan malah mendiamkanya.apalagi cuek bebek dengan kondisi saudara seakidahnya.Berupaya menggalang kekuatan semaksimal mungkin.Bagi para penguasa muslim memutuskan hubungan diplomatik dengan China dan mengusir kedubes China dari negeri-negeri kaun muslimin.

Namun sayang faham nation state telah mendarah daging di tubuh para penguasa kaum muslimin dan mayoritas kaum muslimin .Faham ini telah melahirkan manusia -manusia individualis,korup,tidak peka terhadap keadaan dan terjangkitnya penyakit "wahn".

"Barang siapa yang bangun pada pagi hari dan tidak memikirkan kondisi kaum muslimin,maka dia bukan golonganku ".
(HR.imam Al hakim dalam Almustadrok no 7889,imam As Suyuthi Al Jami'Alkabir no. 4003)

Saat ini yang dibutuhkan adalah Khilafah yang akan membantu saudara kita muslim uyghur maka hal-hal yang harus dilakukan adalah: 

Umat Islam harus bersatu, di tandai dengan satu akidah dalam satu  kepemimpinan komando, maka jangan berharap solusi umat Islam yang terjadi selama ini tidak bisa diselesaikan jika belum ada satu kepemimpinan. Kaum Muslimin adalah umat yang satu. Yang dimaksud dengan umat yang satu adalah jika ada bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lain juga merasakan sakit.

Langkah yang bisa ditempuh:

Menyadarkan umat tentang urgensinya penyatuan wilayah-wilayah negara muslim dalam satu komando kepemimpinan Islam dalam sistem pemerintahan Islam (Khilafah) yang menjadikan puluhan juta musim bahkan lebih tidak hanya sekedar buih. Dengan melawan penjajahan oleh negara adidaya dan yang berkekuatan militer kuat yang berideologi kapitalis-sekularisme dan berkawan dengan komunisme dengan ideologi Islam yang mesti juga diterapkan dalam negara. Maka akan dijamin kekuatan militer Islam akan mampu merobohkan bangunan peradaban asing yang menjarah tubuh umat Islam melalui junnah (perisai) umat yaitu adanya Khalifah sebagai komando dalam daulah Islam.

Menyeru kepada penguasa-penguasa negeri muslim agar mereka:

Menyerukan jihad (perang) dan membuka pintu-pintu kemerdekaan bagi muslim Uyghur dan wilayah-wilayah terjajah lainnya, seraya menggerakkan semaksimal kekuatan tentara yang mereka miliki. Penguasa Muslim seharusnya mengubur rasa takut dan kecemasan atas kekuatan semu Cina dan bangsa-bangsa pendukungnya.

Meninggalkan sistem jahiliah saat ini dengan cara menerapkan syariah Islam secara total. Atau umat yang akan memaksa untuk mengganti mereka, cepat atau lambat, hingga kesatuan dan persatuan umat Islam seutuhnya kembali mewujud di bawah satu kepemimpinan seorang khalifah, lalu umat akan berperang di belakang khalifah—yang berfungsi sebagai perisai—untuk menghancurkan eksistensi para penjajah dan menghentikan penjajahan bagi muslim Uyghur dan negeri-negeri Islam lainnya.[MO/sr]

Posting Komentar