Oleh: Resti Lestari
Mahasiswi UNISBA

Mediaoposisi.com-Tahun 2018 telah kita lalui, saatnya kita menghadapi tahun 2019. Dimana pada tahun ini, salah satunya menjadi ajang politik karena akan terlaksananya Pemilihan Umum (Pemilu) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2019.

Ikatan Da’i Aceh mengundang dua kandidat calon Presiden RI untuk uji baca Al-Qur’an. Salah satu alasannya, karena kedua Capres sama-sama beragama Islam dan penting bagi umat Islam untuk tahu kualitas calon presidennya. Mengenai usulan tes baca Al-Qur’an ini, terjadi pro dan kontra.

Hal ini mereka lakukan untuk mengetahui kualitas para Capres dan Cawapres menjelang Pemilu. Menjelang Pemilu, berbagai cara positif mereka lakukan untuk mencari simpatisan rakyatnya. Ide tes baca Al-Qur’an ini sudah terlihat bahwa hanya pada sistem Kapitalis-Demokrasi menjadi alat permainan politik untuk memenangkan suatu persaingan.

Saat ini, untuk menjadi pemimpin saja berbondong-bondong. Segala cara mereka lakukan sehingga mampu untuk menduduki kursi kekuasaan.

Ini terjadi karena sistem yang tegak, yakni Demokrasi-Sekuler. Hanya para pemilik modal yang akan berkuasa dan mereka menjadikan kekuasaan hanya untuk mencari manfaat bagi diri sendiri, tanpa mementingkan umatnya. Berbeda seperti para sahabat terdahulu yang takut ketika menjadi pemimpin, merasa bergetar hati ketika terpilih menjadi pemimpin.

Dalam Islam untuk menjadi seorang pemimpin umat itu sangat berat tanggung jawabnya Bukan satu orang saja yang mereka urusi, bahkan seluruh umat dan hewan pun harus mereka lindungi.

Bukan hanya bacaannya saja, akan tetapi penerapannya pun harus dilakukan dalam kehidupan. Al-Qur’an merupakan kalam Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril yang di dalamnya terdapat peraturan hidup untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.

Sealin itu, umat Islam wajib untuk mengamalkan seluruh aturan yang ada dalam Al-Qur’an. Inilah saatnya kita campakkan sistem sekuler dan berjuang untuk menegakkan Islam karena dengan sistem Islam seluruh aturan kehidupan akan diterapkan, tentunya dalam bingkai Khilafah ‘alaa Minhaj An-Nubuwwah.[MO/ge]

Posting Komentar