Oleh: Ummu Yanfiiza 
(ummun warabatul baits)

Mediaoposisi.com- Beberapa hari yang lalu berita sedang hit memenuhi media massa , tersiar adanya _prostitusi onLine_ di Surabaya yang dilakukan oleh seorang artis model VA dkk. Kini terungkap sudah aksi yang selama ini mereka lakukan.

VA dan AS hanya dikenai wajib lapor dan hanya berstatus sebagai saksi korban. Sedangkan ES dan TM tetap ditahan. Memang, dalam kasus ini pihak berwajib hanya memfokuskan penyidikan prostitusi online. Atas perbuatan mereka, keduanya dijerat Pasal 27 dan 45 kemudian 296 dan 506 UU ITE tentang penyedia jasa prostitusi baik secara elektronik maupun konvensional (liputan6.com, 6/01/2019).

Bagaimana tidak mereka telah memasang tarif 80juta -100juta..
waw spektakuler!! Ets...jangan salah kalo harga segini
ternyata jadi tandingan dengan seorang wanita yang bertitel rumah tangga. Akan tetapi justru ibu rumah tangga lah yang lebih sangat mulia di bandingkan dengan seorang pelaku zina, yang tak punya adab.   Astaghfirullah!!!

Ini jelas perbuatan zina!! yang akan menuai pada kerusakan moral  negeri ini.

Lalu kenapa perbuatan ini selalu ada dan tidak bisa di berhanguskan hingga tuntas?

Bahkan kini semakin merajalela!! tak lagi sembunyi-sembunyi melainkan terang-terang layaknya mereka sedang memamerkan karya nya. Padahal ini adalah keburukan, kebodohan yang nampak pada diri mereka. Tak ada rasa malu mungkin juga tidak punya rasa bagaikan tingkah seekor hewan.

Hal yang wajar jika negeri ini masih menerapkan sistem yang bukan berasal dari Allah Swt. Mereka lebih menyukai dengan sistem yang _freedoom_ bahkan dalam kasus ini  menganggap ini adalah bagian yang tidak kriminal, tidak urgent melainkan hal yang biasa atau lumrah terjadi.

Sehingga tidak ada satu pun orang, termasuk aparat hukum boleh melarangnya dan menghukum pelaku nah. Melainkan mucikari nya yang diringkus.

Why? Karena kasus perzinaan ini di sistem seperti sekarang ini tdk lagi dikatakan hukum pidana, sebab pelaku kedua nya ada rasa saling suka-menyukai antar kedua pihak maka sesuatu yang tidak melanggar ham.
Bisa jadi tidak ada kata "JERA" bagi mereka untuk tidak mengulangi. Karena tadi hukum tidak memberi sanksi yang tegas!! Padahal mayoritas penduduk negeri ini muslim terbesar. Malu dan kaget!!

Buah sekulerisme
Yaa..,inilah buah hasil Sekulerisme yang bercokol di bumi ini. Tanpa aturan yang jelas mereka bebas melakukan yang penting hajatnya tercapai.

Nah jika kita ketahui sekulerisme adalah ide yang menjauhkan agama dari kehidupan ( _Li istinafil hayatil islam_ ) jadi urusan ibadah cukup ia dengan tuhan nya akan tetapi masalah kehidupan tak boleh bawa -bawa agama dalam ranah keseharian ia hidup. Kemudian urusan politik tidak boleh agama ikut campur _why?_ mereka menganggap ketika agama turut andil dalam kehidupan akan menjadikan sulit untuk diterima atau tidak balance dengan keinginan serta kebutuhan. Mereka berpikir  "Hal ini ga boleh itu ga boleh, terus mana yang di bolehkan! "

Itulah macam orang yang sekuler yang tak ingin aturan mengikat perbuatan nya, ia ingin bebas menapaki jalan hidup nya.
Nah kalau begitu, Darimana ia hidup? Untuk apa ia hidup ?
Akan kemana setelah hidup?

Jarang sekali orang menggingatkan hal ini bahkan mungkin ga pernah tahu 3 hal simpul besar dalam hidup. Yaa Bagaimana mau tahu, diminta ngaji saja acuh, pura pura tak mengerti, was-was takut aliran sesat dll. Sederet alasan dilontarkan untuk pengamanan diri. Padahal kita ngajak kebaikan , bukan suatu keburukan dan seseorang yang mukallaf sudah dikenai hukum Allah dan dosa sendiri. Sekuler paham yang berbahaya menjadikan generasi ini dungu dari agamanya sendiri, larut dalam kenistaan pernak pernik dunia semata. _Naudzubillah_!!

Taubatlah
Jikalau para pelaku ingin bertaubat Allah sangatlah menerima taubat nya. sebagaimana diKisahkan ada Seorang Wanita yang Bertaubat Dari Zina, Sehingga Datang Ke Rasulullah Minta Untuk Dirajam. sebab
Dosa besar yang telah ia perbuat, mengantarkannya pada sebuah pertaubatan yang agung. Lalu wanita ini dirajam setelah ia melahirkan bayi nya di kota Madinah. Taubatnya setara dengan taubat 70 warga Madinah. Bahkan, Rasul pun mensholatkannya.

Imran bin al-Husain al-Khunza radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa ada seorang wanita dari Juhainah yang datang kepada Rasulullah Shollallahu alayhi wa Sallam falam keadaan hamil karena berzina. Ia berkata,
Wahai Rasulullah! Aku telah melanggar batas. Maka tegakkanlah hukum terhadapku.”
Kemudian Nabi memanggil salah seorang walinya agar memperlakukannya dengan baik. Beliau berkata,
Perlakukan dia dengan baik. Jika ia telah melahirkan maka bawalah dia kepadaku.

Maka ia melakukannya. Nabi pun memerintahkan untuk menghadirkan wanita tersebut. Lalu bajunya diikatkan pada tubuhnya. Lalu beliau memerintahkan agar wanita itu dirajam. Lalu Rasulullah menshalatkannya. Umar radhiallahu ‘anhu berkata kepadanya,

Apakah engkau menshalatkan dia wahai Rasulullah? Sedangkan ia telah berbuat zina?
Rasulullah Saw bersabda,
Ia telah melakukan taubat dengan taubat yang apabila dibagikan kepada 70 penduduk Madinah, niscaya mereka semua akan mendapatkan bagian. Apakah engkau mendapatkan keadaan yang lebih baik daripada ia yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah?” (HR. Muslim)

Dari hal ini sudah sangat rinci bahwa ketika seseorang sudah menikah dirajam hingga mati dan jika ia belum menikah maka rajam 100x.
Ini sungguh-sungguh pelajaran yang berharga bagi kita seorang muslim.
Maka Janganlah ragu untuk BERTAUBAT.[MO/sr]


Posting Komentar