Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com-Ini adalah epik sejarah teraneh, disepanjang sejarah telenovela NKRI. Saat ini, tata kelola negara lebih karib dikenal laiknya sinetron, opera sabun, telenovela. Setelah bikin rungsing publik akibat batalnya pembebasan Ust. ABB, kini publik dibikin pusing oleh Jokowi yang memborong sabun.

Oh tidak, andaikan Rosalinda, Marimar, Esmeralda, Paulina, Carita de Angel, Amigos x Siempre, Betty la Fea, ingin dibandingkan vis avis dengan tata kelola negeri ini, tentu NKRI ini lebih mengharu biru ketimbang telenovela yang hanya mampu menguras air mata. Kelakuan Jokowi, selain menguras air mata sekaligus mengunggah galak tawa.

Katanya Pilpres adu program, ini tiap hari cuma mengunggah pencitraan. Dari aksi cukur-cukuran di Garut, tanam padi, sampai yang terakhir borong Sabun 2 miliar. Ini sebenarnya mau mengelola negara atau unjuk sinetron filantropi ?

Kalau cuma cukur rambut, tanam padi di sawah, masuk got, selvie di lokasi bencana, sampai borong sabun (yang tidak jelas sumber dananya) tidak perlu capres yang masih Presiden, kang Sule juga bisa lakukan. Itu bukan program, itu 'penipuan'. Katanya minta ajukan program, kok tiap hari yang diunggah pencitraan ? Tidak bermutu pula !

Coba bayangkan, kalau negara dilanjutkan pengelolaannya dengan cara demikian. Bisa Ancur bangsa ini. Persis, seperti apa yang pernah disampaikan JK.

Lagi pula, tim Jokowi mbok yang kompak. Sebut uang pribadi, sebut uang dari TKN. Tindakan atas nama pribadi, atas nama Presiden. Galau banget ya ? Itu karena terlalu banyak 'a buse of power' untuk kepentingan Pilpres, makanya Ga bisa membedakan ini Gawe Pilpres atau tugas Presiden. Ini duit kampanye atau duit negara. Ini demi bangsa dan negara atau syahwat ingin melanjutkan periode kezaliman.

Sudah nyaris lima tahun memimpin, bicara dalam Pilpres diksinya masih kuno 'saya akan' 'saya akan' 'saya akan'. Kapan kerjanya ? Katanya motonya kerja, kerja, kerja, mana kerjaannya ? Hutang ribuan triliun ? BUMN merugi ? Borong saham buntung freeport ? Serbuan TKA China ? Harga tiket pesawat selangit ?listrik naik ? BBM naik ? Ayo, terangkan satu saja prestasi Jokowi.

Paling-paling obrolannya cuma seputar jalan tol. Jalan yang hanya dinikmati yang punya mobil dan bisa bayar tol. Bukan dinikmati mayoritas rakyat yang hanya punya motor. Padahal, duit disedot dari pajak seluruh rakyat.

Ayolah, bermutu lah sedikit membuat gebrakan. Jangan cuma beli Cilok, piara kodok, naik kuda kudaan sama cucu, baca komik, setelah itu debat Pilpres pake contekan. Apalagi cuma borong sabun, asal ada duit, tukang shiomay juga bisa.

Astaghfirullah, apakah tata kelola negara seperti ini akan terus dipertahankan ? Apakah orang seperti ini akan terus diberi amanah ? Apakah bangsa ini lebih percaya pendusta untuk mengurus negaranya ?

Apakah belum cukup bukti ketidakbecusan para elit rezim ini mengurusi rakyat ? Membuat statement saja berulang kali diralat. Kepada Ust ABB saja berani unggah janji palsu dan berdusta, apalagi kepada rakyat jelata ? [MO|ge]

Posting Komentar