Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com- Dalam sebuah bencana alam, Allah terkadang menunjukkan kekuasaanNya dengan sebuah fenomena langka yang tidak bisa dinalar oleh akal manusia. Salah satunya adalah fenomena yang terjadi pada pondok tahfid Nurul Fikri Boarding School yang terletak di bibir pantai di Banten.

Saat tsunami datang menyerang, para santri di pondok sedang malantunkan ayat-ayat Allah. Mereka mengaji menghafal al-Qur'an. Saat tsunami melanda daerah itu, Semua hancur dilalap oleh gelombang air laut yang pasang tiba. Banyak korban berjatuhan terseret oleh air bah yang begitu dasyat. Gelombang air laut menggulung apa saja yang dilewatinnya sampai beberapa kilometer dari pantai. Rumah dan semua banguan hanyut terbawa gelombang tsunami. 

Sungguh, ini adalah kebesaran dan kekuasaan Allah yang melindungi mereka yang sedang melantunkan ayat-ayat Allah. Pondok tahfid yang berdiri dibibir pantai tidak tersentuh oleh tsunami atas izin Allah. Tidakkah ini cukup untuk membuktikan bahwa Islam adalah benar. Harusnya ini menjadikan kita semakin yakin dengan ajaran Islam. Islam harusnya dijadikan solusi setiap permasalahan di negeri ini.

Namun, yang terjadi sebaliknya, banyak umat yang masih ragu untuk menggunakan Syariat Allah secara kaffah. Mereka masih bangga menggunakan hukum kufur peninggalan penjajah Belanda dan hukum kufur yang diambil dari negara kafir barat, padahal syariat Islam adalah hukum terbaik yang datang dari Tuhan yang  menciptakan manusia.

Terlebih, masih ada umat yang melecehkan simbol Islam dan juga yang terakhir dilakukan pada kitab suci Al-Qur'an. Aksi pembekaran bendera tauhid masih terngiang di ingatan kita. Penghinaan simbol Islam yang dilakukan orang yang mengaku beragama Islam dengan dalih membakar bendara ormas Islam yang dibencinya.

Padahal mereka harusnya bersaudara yang disatukan dengan aqidah yang sama namun kebencian di dalam hati telah memanas dan membakar akal sehatnya sehingga bisa diperalat oleh musuh Islam yang sebenarnya, penjajah kafir barat, untuk memusuhi saudaranya sendiri yang seaqidah.

Tidak berhenti sampai disitu, banyak ulama' yang dipersekusi. Ajaran Islam dikriminalisasi dan monsterisasi agar umat takut dan meninggalkan satu persatu ajaran Islam. Mulai dari poligami yang dianggap diskriminasi terhadap kaum perempuan, hukum qishos dan potong tangan yang tidak manusiawi sampai pada khilafah yang anti pancasila dan NKRI. Semua tuduhan keji ditujukan pada Islam.

Fenomena yang terjadi pada pondok pesantren tahfid Nurul Fiqri Bording School harusnya menjadikan kita sadar bahwa Islam adalah ajaran yang benar. Mendeskriditkan Islam hanya akan mendatangkan kemurkaan Allah berupa bencana alam, gempa bumi, tsunami.

Sudah saanya kita taubat dengan taubatan nasukha dan kembali kepada ajaran Islam kaffah sehingga hidup menjadi mudah dan berkah karena pintu rezeki Allah terbuka lebar-lebar turun dari langit dan keluar dari bumi.[MO/sr]



Posting Komentar