Oleh: Rani Ummu Deeva 
Ibu Rumah Tangga

Mediaoposisi.com- Akhir akhir ini isu keagamaan capres - cawapres kompetisi mulai panas, setelah persoalan menjadi imam sholat kali ini muncul tentang membaca ayat ayat suci alquran bagi masing - masing pasangan capres dan cawapres.

Yang memberikan usulan ide gagasan ini adalah marsyuddin ishak dia adalah seorang dai aceh, menurut beliou usulan ide gagasan membaca alquran untuk mengakhiri polemik keislaman capres dan cawapres. 

Padahal keutamaan membaca alquran setiap muslim tentu di dorong untuk gemar membaca alquran dan menghiasi lisan mereka dengan tilawah yang mulia, allah berfirman:

sungguh orang-orang yang selalu membaca kitab allah dan mendirikan sholat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam - diam dan terang-terangan, mereka itulah yang mengha-rapkan perniagaan yang tidak akan merugi (TQS fathir, 29)

Pada hadist nabi juga di sebutkan : bacalah alquran karena sungguh pada hari kiamat ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya ( HR muslim)

Setiap muslim di perintahkan untuk membaca alquran dengan tartil, jelas pelafalan huruf demi huruf, husyu, tak lupa yang paliang penting dengan niat ikhlas mengharap ridho allah bukan ingin mendapatkan popularitas, menaikan elektabilitas, apalagi untuk mejatuhkan orang lain.

Alquran bukan sekedar bacaan tetapi alquran adalah kitab hukum. Alquran berisi petunjuk kehidupan dan hukum-hukum yang menyelesaikan berbagai persoalan hidup manusia. jika membaca alquran adalah sunah, maka mengamalkan isinya atau berhukum dengan hukum hukumnya adalah wajib.

Karena alquran di ketahui selain membahas akidah juga menjelaskanbtentang hukum-hukum seputar ibadah, akhlak, rumah tangga, ekonomi, hingga pemerintahan dan militer. Hukum - hukum yang terkandung di dalam alquran adalah hukum yang terbaik bagi manusia.

Tidak bisa di tandingi oleh hukum buatan manusia, allah berfirman yang artinya: hendaklah kamu (muhammad) memutuskan perkara di antara mereka menurut wahyu yang telah allah turunkan.
Janganlah kamunmengikuti hawa nafsu mereka, berhati hatilah kamu terhadap merekabtidak memalingkan kamu dari sebagian wahyu yang telah allah turunkan kepadamu (TQS al maidah:49)

Oleh karena itujangan cuma tantangan untuk membaca alquran, tetapi yang lebih layak untuk di jadikan tantanganbagi pebguasa atau calon penguasa adalah beranikah mereka menerapkan hukum-hukum alquran? Jika tidak siap siaplah alquran mendakwa mereka di akhirat karena akibat tidak diterapkannya hukum-hukum allah.[MO/ge]

Posting Komentar