Oleh: Selviana Aidani 
(Mahasiswi, Anggota Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com-Bercermin dari tahun 2018, terangkum banyaknya permasalahan yang terjadi. Dari permasalahan ekonomi, sosial, budaya, politik, hingga yang paling menyita perhatian dan menguras air mata ialah kejadian bencana alam yang beberapa kali menimpa negeri kita tercinta ini. Berikut kaleidoskop tahun 2018, kilas balik beberapa peristiwa besar, viral, serta kontroversial.

Dilansir dari makassar.terkini.id (24/12/2018), bencana alam pertama yang terjadi di Lombok, disusul Gempa hingga tsunami di Palu dan Donggala, lalu peristiwa yang terbaru menjelang tutup tahun yaitu gempa serta tsunami di Selat Sunda (Lampung dan Bandung).

Bencana alam ini telah menelan korban ribuan orang (meninggal dunia, hilang, dan korban luka berat hingga ringan) dan kerugian yang besar yaitu rusaknya bangunan penting hingga rumah warga setempat.

Kemudian, persoalan dalam segi ekonomi, Indonesia belum gagah berdiri, gunung emas di Papua yang mestinya menjadi milik negara seutuhnya, masih tertahan oleh PT Freeport, perusahaan asal Amerika. Walau saham sudah diakuisisi 51, 23 %, namun PT Freeport masih punya hak pengendali meski hanya punya saham minoritas.

Beralih ke dimensi sosial, yaitu merebaknya zina dan LGBT akibat dari pengaruh kebebasan yang dikoar-koarkan oleh Barat. Misalnya fakta yang viral beberapa bulan yang lalu masih segar diingatan, saat terbongkarnya grup perkumpulan gay siswa SMP-SMA di Garut, beranggotakan 2600 lebih. (regional.kompas.com/06/10/2018)

Dari segi budaya, kanan kiri kita digempur budaya barat. Westernisasi merajalela, dari pemikiran hingga kelakuan. Terlihat dari pergaulan yang sudah berstandar kebebasan, maraknya dilihat baju kurang bahan, serta pemikiran berasas manfaat yang ditinggikan.

Aspek politik pun tak luput dari sasaran. Permasalahan dari penguasa yang ingkar janji, kebijakan yang nggilani, sampai solusi yang pragmatis mewarnai. Yang terbaru diterbitkannya kebijakan aneh bin ajaib, kotak pemilu aluminium diganti karton yang katanya 'kuat dan tahan air' juga kebijakan orang gila yang bisa nyoblos. Tanya akalnya dimana?

Gempuran masalah dari berbagai lini kehidupan ini, tak lain dan tak bukan adalah akibat masih tercengkeramnya negara dengan sistem demokrasi sekularisme. Dimana menjunjung 4 pilar kebebasan serta memisahkan agama dari kehidupan, menafikkan peran Alllah sebagai Pengatur. Yang berakibat pada amburadulnya tatanan kehidupan, sehingga masalah muncul dimana-mana.

Puncaknya alam pun murka, atas izin Allah gempa melanda negeri. Mengingatkan akan kesalahan besar, yaitu di pilah-pilihnya dan tercampakkannya syari'ah islam dalam sistem kuffur ini. Padahal sudah jelas dalam Al-Quran diperintahkan oleh Allah kita harus berislam secara kaffah (menyeluruh), bukan sebagian-sebagian. Allah swt. berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."(TQS. Al-Baqarah: 208)

Maka, tak bisa dipungkiri lagi syari'ah islam harus tegak seluruhnya tanpa terkecuali. Dan perlu dipahami pula, tegaknya syari'ah islam secara menyeluruh hanya bisa, jika dan hanya jika melalui institusi Khilafah.

Dengan khilafah, maka yang berdaulat hanyalah aturan berdasarkan syari'ah, bukan aturan kuffur hasil akal manusia yang terbatas kombinasi keserakahan hawa nafsu manusia. InsyaAllah dengan tegaknya kembali khilafah, semua masalah pun akan tuntas, bahkan keberkahan akan turun dari langit dan bumi tersebab kita patuh dan hanya tunduk pada aturan Allah, bertakwa pada-Nya.

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (TQS. Al A’raaf: 96)

Untuk itu, resolusi tahun 2019 ini jangan hanya kita berpikir untuk ganti penguasa, namun kita harus berpikir pula untuk ganti sistem. Memperjuangkan perubahan hakiki dengan mencampakkan sistem sekuler demokrasi dan menerapkan aturan Allah dalam naungan Khilafah Rasyidah, yang terbukti selama hampir 14 abad berjaya di muka bumi.

Dengan ini, mari kita ubah duka dan catatan kelam 2018. Kita sambut janji Allah, yaitu keamanan, kesejahteraan, keberkahan, dan kemenangan Islam di 2019 dengan tegaknya Khilafah. InsyaAllah. Aamiin.

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (TQS An-Nūr: 55)

Posting Komentar