Oleh: Sry Rahmadany

Mediaoposisi.com-  pada Rabu (21/11) menunjukkan dampak mengerikan dari perang Yaman, di mana diperkirakan 85 ribu anak Yaman mungkin meninggal karena kelaparan sejak pengeboman dimulai pada tahun 2015. Selain serangan udara, koalisi Arab Saudi telah memberlakukan sanksi ekonomi dan blokade terhadap Yaman, yang berkontribusi pada krisis kemanusiaan yang semakin parah. Menurut PBB, 14 juta orang akan segera berada di ambang kelaparan.

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada Rabu (21/11), bahwa perundingan damai untuk mengakhiri perang di Yaman akan dimulai bulan Desember 2018 di Swedia. Pengumuman itu datang di tengah meningkatnya tekanan global untuk menghentikan kampanye pengeboman oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi, yang telah menyebabkan kondisi yang dapat disebut sebagai kejahatan perang, menurut laporan PBB pada bulan Agustus 2018.

Pengumuman oleh Menteri Pertahanan AS Jim Mattis di Pentagon, datang bersamaan dengan pernyataan dari badan bantuan Save the Children pada Rabu (21/11), yang menggarisbawahi sifat mengerikan dari konflik ini: Diperkirakan 85 ribu anak mungkin meninggal karena kelaparan sejak pengeboman dimulai pada tahun 2015.(matamatapolitik.com)

85.000 anak Yaman meninggal dunia akibat kelaparan karena ulah kafir harbi laknatullah(Amerika) yang disokong para penjilat yang berkedok muslim.

Bagaimana bisa Yaman sebagai negara besar bisa di blokade ekonominya sampai disana hanya sedikit saja pangan yang tersedia. Ini adalah projek Genosida yang diluncurkan barat ke tengah-tengah negara muslim dengan cara yang sangat keji.

Masih terngiang di telinga kita genosida yang terjadi pada muslim myanmar yang dilakukan oleh antek-antek barat. Ini terjadi lagi di Yaman dengan cara yang sangat tidak manusiawi bahkan PBB yang katanya pemersatu bangsa tak mampu berbuat apapun untuk Yaman. Karena PBB pun adalah antek Barat yang juga mendukung project genosida ini.

Bahkan Negeri Negeri Islam juga bukan membantu  malah ikut memblokade Yaman.

Ini adalah akibat ikatan Nasionalisme ikatan yg lemah. Jadi tidak ada lagi rasa kepedulian terhadap sesama muslim.

Padahal dalam hadits nabi SAW

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Jadilah kita umat islam yang tidak lagi memikirkan nasib saudara/i kita di seluruh dunia yang membutuhkan pertolongan.

Ditengah karut-marut persoalan bangsa  ini kita tak boleh lupakan nasib muslim Yaman yang makin menyedihkan akibat perang saudara di bawah provokasi Barat .


Antek antek Barat telah nyata mampu  menghancurkan negeri-negeri kaum muslim belum habis masalah di Palestina, ditambah lagi masalah saudara-saudari kita di rohingya yang ingin dikembalikan ke Myanmar dan nasib anak-anak dan muslim Yaman.

Siapa yang akan menolong saudara-saudara kita??

Siapa yang bisa jadi penolong saudara-saudara kita ?

Yaman butuh penolong. Umat butuh kekuatan Global sekaligus institusi pemersatu umat untuk menghentikan konflik berkepanjangan yang menjatuhkan korban dari kalangan rakyat yang tidak berdosa .

 Sudah sangat urgent untuk bersatu menegakkan hukum Allah agar menjadi institusi pemersatu umat (khilafah) yang akan jadi penolong untuk umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Kita memerlukan kekhilafahan, yang mampu mengayomi muslim sedunia.

Rasulullah bersabda,

الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Seorang imam (khalifah) adalah tameng atau perisai, dimana di belakangnya umat berperang, dan kepadanya umat berlindung.” (HR. Bukhari no. 2957).

Ketika ada satu wilayah Islam yang diserang oleh kaum Kafir, maka ibarat tubuh, wilayah yang lain pun dengan cepat membantunya. Saat Perang Salib di Palestina, Shalahuddin al-Ayyubi datang dari Mesir untuk membebaskan wilayah tersebut (1187 M). Yusuf bin Tasifin juga melakukan hal yang sama, ketika kaum Salibis menduduki Andalusia, Spanyol (1109 M). Bahkan Khilafah juga melindungi pemeluk agama lain. Ketika orang-orang Yahudi terpaksa mengungsi akibat praktek inkuisisi yang dilakukan oleh orang-orang Kristen di Spanyol pada abad ke-15, mereka mendapat perlindungan dari Khalifah Bayazid II.

Potret masa depan umat Islam inilah yang tidak dikehendaki oleh Barat. Sebab, mereka sadar  jika Khilafah tegak dan mempersatukan umat Islam sedunia, dominasi dan penjajahan mereka akan segera berakhir. Maka umat Islam harus sadar bahwa perpecahan sejak awal memang menjadi cita-cita kaum penjajah Barat dan mereka akan terus membuat skenario untuk memeliharanya.

Oleh karena itu, umat harus sadar, Khilafah adalah kunci persatuan umat Islam sedunia. Khilafah pula yang bakal menegakkan agama Islam secara total sebagaimana digambarkan dalam alQuran Albaqarah  208 yang artinya :
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.[MO/sr]





Posting Komentar