Oleh: Fathonah 
(Ibu Rumah Tangga)

Mediaoposisi.com-Akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat baik di TV atau pun di media sosial tentang bagaimana nasib saudaura muslim kita yang ada di Uyghur. 


Sekitar 2 juta warga Uyghur dan kelompok minoritas muslim dipaksa menjalani Indoktrinasi di sejumlah penampungan politik di wilayah otonomi di Xinjiang. kondisi yang sangat menghawatirkan ini tidak mendapat respon yang memadai dari dunia internasional, termasuk pemerintah Indonesia.

Pemerintah Cina telah lama berlaku kejam terhadap muslim Uyghur di wilayah xinjiang. Mereka memperlakukan aturan tak masuk akal, seperti: melarang puasa saat bulan ramadhan, melarang menggelar pengajian, hingga melarang shalat berjama'ah. Bahkan pemerintah Cina secara ketat menempatkan pos-pos pemeriksaan di seluruh wilayah hingga perbatasan Xinjiang.

Penyebab penyiksaan itu hanya satu, yaitu karena mereka memeluk Islam. Artinya, yang dimusuhi Cina adalah segala sesuatu hal yang berkaitan dengan Islam. Mereka hendak memusnahkan etnis Uighur. Mereka melucuti segala yang berbau Islam. Mereka menutup banyak masjid, melarang pria muslim berjanggut, bahkan mereka juga memerintahkan toko untuk menjual alkohol sebagai upaya melemahkan aturan agama, bahkan melarang umat islam memberi nama-nama Isami.

Semua tindakan mereka bukan sesuatu yang mengherankan, sebab begitulah sikap kaum kafir terhadap kaum muslim pada umumnya. 

Kebencian terhadap kaum muslim dengan jelas ada dalam firman Allah SWT, "Mereka (kaum kafir) tidak henti-hentinya memerangi kalian (kaum muslim) hingga mereka mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) jika mereka mampu" (Q.S Al-Baqara: 217).

Dan perintah Al-Qur'an kepada kaum muslim sangat jelas. Saat saudara seiman ditindas dan meminta pertolongan, Kaum muslim wajib memberikan pertolongan kepada mereka, Allah SWT berfirman, "Jika mereka meminta pertolongan, kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan" (Q.S. Al- Anfal: 72).

Uyghur telah lama menjerit meminta tolong pada kaum muslim, mereka ingin diselamatkan. karena itu wajib atas setiap muslim sedunia, termasuk pemerintah dan rakyat Indonesia untuk melindungi mereka, memelihara keimanan mereka, sekaligus mencegah mereka dari kekufuran yang dipaksakan oleh kaum kuffar kepada mereka. 

Sayangnya, tak ada seorang pun pemimpin muslim yang mau dan berani mengirimkan pasukan, untuk menyelamatkan mereka. Jangankan memberikan pertolongan secara, sekedar kecamanpun tak terdengar dari penguasa ini.

Nasib serupa juga dialami oleh muslim Rohingya (Thailand), Moro (Pilipina), Palestina, Suriah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua penderitaan kaum muslim ini semakin meneguhkan kesimpulan tentang butuhnya umat terhadap khilafah. 

Sebab Khilafah adalah perisai atau pelindung umat Islam. Ini berdasarkan sabda Nabi SAW, "Sungguh imam (khalifah) itu laksana perisai, kaum muslim akan berperang dan berlindung dari belakang dia (H.R Bukhari Muslim).

Oleh karena itu, jelaslah bahwa kita tak bisa berharap banyak kepada para pemimpin muslim saat ini. Khilafahlah satu-satunya harapan, sebab khilafah adalah pelindung sejati umat sekaligus penjaga agama, kehormatan, dan harta mereka, khilafah pula yang akan menjadi penjaga kesatuan, persatuan, dan keutuhan setiap jengkal wilayah mereka.[MO/AD]

Posting Komentar