Oleh: Yala Nurun Hamidah

Mediaoposisi.com- Kedzaliman terhadap muslim Uyghur melengkapi berbagai kedzaliman yang terjadi di berbagai negeri muslim. Realitas di atas menambah daftar panjang betapa besar penderitaan umat Islam sekarang. Sebab Uyghur tak sendirian, nasib serupa juga dialami oleh Muslim Rohingya, Pattani Thailand, Moro Philipina, Palestina, Suriah, dan lain-lain.

Panel Hak Asasi Manusia PBB pada Jumat (10/8/18) mengaku telah menerima banyak laporan terpercaya, bahwa satu juta warga etnis Uyghur di Cina telah ditahan di satu tempat pengasingan rahasia yang sangat besar. Anggota Komite Penghapusan Diskriminasi Rasional PBB, Gary McDougall, mengatakan sekitar dua juta warga Uyghur dan kelompok minoritas Muslim dipaksa menjalani indoktrinasi di sejumlah penampungan politik di wilayah otonomi Xinjiang (Republika.co.id).

Pemerintahan Cina sering memberlakukan aturan yang tak masuk akal seperti: melarang puasa saat Ramadhan, melarang menggelar pengajian hingga melarang salat berjamaah.
Uyghur telah lama menjerit meminta tolong kepada kaum Muslim untuk diselamatkan. Namun sayang, saat ini tak ada seorang pemimpin Muslim pun yang mau dan berani mengirimkan pasukan untuk menyelamatkan mereka, seakan tak peduli akan penderitaan mereka. Termasuk penguasa negeri ini, yang penduduk Muslimnya terbesar di dunia.

Jangankan memberikan pertolongan secara riil, bahkan sekadar kecaman pun tak terdengar dari penguasa negeri ini. Nasionalisme telah menjadikan sekat antara umat muslim, menjadikan umat muslim acuh tak acuh atas kondisi saudara seakidah mereka, dan seolah tuli akan jerit pintaan tolong mereka.

Tentara dan senjata yang banyak dimiliki negara muslim hanya sebagai pajangan belaka, tak berguna untuk membebaskan saudara-saudara seakidah. Padahal umat muslim diibaratkan sebagai satu tubuh. Apabila salah satu bagian tubuh merasa sakit, maka bagian tubuh lain akan merasakan sakit pula dan secara otomatis akan saling membantu untuk menyembuhkannya.

Semua penderitaan kaum muslim ini semakin meneguhkan kesimpulan tentang betapa butuhnya umat terhadap Khilafah, yang mampu menjaga dan menyejahterakan rakyat. Hanya sistem Islamlah yang memiliki wibawa untuk melawan rezim-rezim dzalim dengan menyatukan seluruh potensi yang dimiliki di bawah satu kekuatan politik dan komando. Sebab negara Islam adalah perisai/pelindung sejati umat islam. Sehingga terjaminlah keselamatan  dan kesejahteraan umat islam.[MO/sr]

Posting Komentar