Oleh : Azizah Nur Hidayah 
(Pelajar, member Akademi Menulis Kreatif)

Mediaoposisi.com-Derita kaum Muslim seakan tak ada habisnya. Belum usai persoalan di Yaman, Palestina, Suriah, dan berbagai negeri Muslim lainnya, kini giliran Muslim Uyghur tertindas. Uyghur merupakan minoritas Muslim Etnik Turki yang tinggal di Xinjiang bagian utara China.

Bantu saudara kita kitabisa.combelamuslimuighur

Penderitaan Muslim Uyghur sama persis dengan yang dialami negri-negri Muslim lainnya. Pelarangan diterapkannya hukum Islam, mempelajari Islam, bahkan pelarangan ibadah pun juga dilakukan oleh Negara Komunis ini.

 Banyak dari muslim-muslim Uyghur dibawa ke kamp-kamp pertahanan untuk disiksa. Dengan dalih untuk “disembuhkan” agamanya. Penyiksaan yang sadis serta tidak manusiawi ini terus digencarkan sebagai alat menakuti Muslim di Uyghur. Sungguh sangat kejam dan menyedihkan.

Sayangnya, Negri-Negri Muslim di dunia seakan diam atas apa yang tengah dialami oleh saudaranya di Uyghur. Tidak terkecuali Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan Negri Muslim terbesar di dunia, juga diam membisu atas persoalan Muslim Uyghur. Padahal semestinya, Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menolong saudara-saudaranya di Uyghur. Namun apa yang mau dikata, pemerintah Indonesia acuh dan bisu akan fakta ini.

Diamnya pemerintah atas persoalan serta tindakan keji yang dilakukan Negara Komunis tersebut terhadap Uyghur, merupakan bukti ketergantungan pemerintah Indonesia terhadap pemerintah China. Bagaimana tidak, pemerintah Indonesia sangat menjaga hubungannya dengan pemerintah China. Lihat saja investasi pemerintah China untuk Indonesia.

Investasi ini sangatlah penting bagi Indonesia. Padahal, investasi asing adalah jalan bagi penjajah untuk merusak dan menghancurkan Indonesia.

Lalu untuk apa dipertahankan? Sudah seharusnya pemerintah Indonesia memutuskan hubungannya dengan asing yang jelas-jelas ingin menghancurkan Indonesia perlahan-lahan. Dan dengan diputuskannya hubungan Indonesia dengan China, ini bisa menjadi bentuk perlawanan kita terhadap sikap China terhadap Muslim Uyghur.

Maka, solusinya adalah diterapkannya hukum Islam secara menyeluruh. Dan dipimpin oleh Khalifah dari Negara Khilafah yang benar-benar menerapkan syari’at Islam secara sempurna.

Karena hanya Khilafah-lah yang mampu mengatasi persoalan ini. Bukan hanya persoalan yang menimpa Uyghur, Yaman, Suriah, Burma, Palestina, tapi juga persoalan yang ada di seluruh dunia.

Karena Negara Khilafah merupakan Negara yang bisa diharapkan untuk membebaskan saudara-saudara kita di luar sana. Dan hanya Khilafah-lah yang mampu dan bisa melindungi rakyatnya dari penindasan-penindasan keji yang dilakukan oleh para pembenci Islam.

Posting Komentar