Mediaoposisi.com|Redaksi- Disaat Ustad Abdul Somad ditanya Jemaahnya tentang Habib Bahar bin Smith, kemudian Ustad Somad menjawab dihadapan para jamaahnya.

"Bagaimana ustad pendapat antum kepada habib bahar bin smith yang sangat keras menyinggung pemerintah," ucap Ustadz Abdul Somad membacakan pertanyaan untuknya di secarik kertas.

Menurut Ustaz Abdul Somad, sosok Bahar bin Smith memiliki gaya tersendiri.

"Itu style dia, siapa saya mengkritik orang, itu gaya dia, ga ada loe ga rame. Itu gaya dia berapi-api, ga masalah bahwa itu melanggar konstitusi, kalau tidak senang ya tangkap. Nanti yang ditangkap kan bisa tabayyun bisa klarifikasi, ada hukum," kata Ustaz Abdul Somad seperti dikutip dari kanal Youtube Jemaah UAS, Jumat (7/12/2018).

Apa salahnya Habib Bahar bin Smith tiba-tiba ditetapkan tersangka kemudian dilaporkan karena dinilai Menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Habib Bahar bin Smith dituding menebar ujaran kebencian dengan sebutan 'banci'.Kini, Habib Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan selama 11 jam.

Kuasa Hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar mengatakan, kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus ujaran kebencian.

Status tersangka itu, kata dia, disematkan setelah Bahar diperiksa Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal ( Bareskrim) Polri selama 11 jam.Bahar diperiksa sejak pukul 11.30 WIB.

Hasilnya beliau ditetapkan tersangka,” ujar pengacara Bahar bin Smith, Aziz Yanuar usai mendampingi kliennya diperiksa di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018) malam.

Aziz menuturkan, kliennya dicecar 24 pertanyaan menyangkut hal-hal pribadi serta ceramahnya di Palembang.

Menurut Aziz, tim kuasa hukum akan mendiskusikan terkait status tersangka Habib Bahar bin Smith.
Sedianya Habib Bahar bin Smith diperiksa pada Senin (3/12/2018).

Namun, Habib Bahar bin Smith mengaku tak menerima surat panggilan pemeriksaan lantaran sedang berada di pondok pesantren.

Menurut Aziz, kliennya disangkakan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2).

Namun, masih kata Aziz, meski ditetapkan tersangka, kliennya tak ditahan.

Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Syahar Diantono, membenarkan bahwa saat ini Habib Bahar bin Smith telah berstatus sebagai tersangka dalam perkara dugaan ujaran kebencian.

Baru berstatus tersangka dalam dugaan ujaran kebencian  langsung buru-buru dijadikan tersangka, lantas bagaimana dengan orang-orang yang membenci Islam secara terang-terangan bisa bebas dan tidak dijadikan tersangka.





Posting Komentar