Oleh: Dede Nurmala
(anggota BKLDK Purwakarta)

Mediaoposisi.com- hati siapa yang tak terluka, melihat saudaranya ditindas, didzolimi bahkan dibinasakan. Kebiadaban telah dilakukan oleh pemerintah Cina terhadap muslim Uighur.

Penduduk muslim di xinjiang mengalami perlakuan represif. Lebih dari 10 juta muslim di xinjiang mengalami diskriminatif, baik diskriminasi agama, politik dan ekonomi. Sekitar dua juta warga uighur di tahan di penampungan poliltik di xinjiang. (Hidyatullah.com, 15/12/2018).

pemerintah Indonesia tak berani mengkritik keras terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Cina, bahkan presiden jokowi tidak mau bersuara disebabkan hubungan baik antara pemerintah Indonesia dengan Cina. (eramuslim.com, 15/12/2018).

saudara kami di Uighur mendapatkan perlakuan yang tak berprikemanusiaan. Seperti halnya di Palestina, Suriah, Afganistan, India dan negri-negri muslim lainnya. Para penguasa muslim di dunia diam membisu, mata hatinya seolah buta melihat fakta yang terjadi, telinganya tuli tak mendengar jeritan mereka. Kaum muslim yang berada di uighur seolah tak bernilai dan tak berhak untuk mendapatkan hak hidup yang aman.

Padahal Allah subhanahu wa ta'ala berfirman " sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudarmu (yang berselilsih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS.Al hujurat:10)

Begitupun Rosulullah shalallahu 'alaihi wassalam pernah menyampaikan dalam sabdanya "seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan bangunan, satu sama lain saling menguatkan (HR. Bukhari dan muslim).

dalam hadits lainpun dikatakan "perumpamaan orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, serta saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam" (HR. Muslim).

kaum muslim dimanapun adalah saudara karena terikat aqidah yang sama maka tak ada alasan untuk tak membelanya. Ketika mereka tersakiti maka kitapun harus merasakan kesakitan yang sama minimal hati kita merasa tercabik cabik menyaksikan penderitaannya yang akan membuat lisan melangitkan doa untuk mereka. Ini menunjukan masih ada keimanan dalam diri.

Namun, melihat kenyataannya pempimpin negri-negri muslim tak bertindak sama sekali atas tindakan keji yang dilakukan pemerintah Cina, mereka seolah tak memiliki kekuatan untuk membela, padahal kekuatan militer yang dimiliki negri-negri muslim sangat memadai apalagi untuk membela mereka yang sebagai minoritas di Cina.

begitulah ketika Islam tidak menjadi landasan hukum, maka kekejaman akan terus melanda kaum muslim. Ketika umat Islam tak mempunyai perisai untuk melindunginya maka kaum kafir bebas berprilaku, ketika umat Islam tak punya ibu sebagai tempat mengadu maka umat Islam sulit untuk bersatu.

Berbeda pada masa pemimpin yang menerapkan hukum-hukum Islam. Maka darahnya kaum muslim sangat berharga, kehormatan seorang wanita sangat dijaga, keadilan bagi umat manusia merata tanpa memandang harta dan tahta.

Maka, hanya kembali menerapkan hukum-hukum islamlah dalam naungan khilafah kaum muslim di seluruh dunia termasuk di Uighur akan terjaga kehidupannya. Dengan menjadikan Islam sebagai fokus utama dalam kehidupan maka tak ada penderitaan dan tetesan darah yang sia-sia.
Wa'Allahu 'alam bishowab[MO/sr]







Posting Komentar