Oleh: Merli Ummu Khila 

Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita

Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa

Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita

Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang

Mediaoposisi.com-Lirik Lagu Berita Kepada Kawan - Ebiet G sedikit menggambarkan keadaan negeri ini yang tertimpa bencana silahkan berganti. Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 21.27 WIB terjadi Tsunami di  Banten dan Lampung.

Donasi Save Muslim Uighur

Musibah yang menelan ratusan korban jiwa dan ribuan korban pengungsi. Dampak bencana tsunami ini melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Musibah tsunami ini begitu mendadak tanpa ada sirine peringatan tsunami dan tidak ada gempa sebelumnya. Hal ini yang membuat orang-orang yang sedang berada di dekat pantai tidak sempat menyelamatkan diri ketika ombak datang.

Tsunami salah satu bencana yang sulit di prediksi dan dihindari. Tidak ada nya alat pendeteksi tsunami dan kurang nya alat sebagai antisipasi pasca bencana menjadi problem tersendiri sehingga tidak bisa meninimalisir korban jiwa.

Namun ada yang terlupa dari kita sebagai ummat bahwa kita tidak mampu mencegah dan menangkal bencana tsunami. Alam hanya tunduk patuh kepada apa yang Allah SWT perintah kan.
Seperti dalam firman Allah SWT:

Dan kamu lihat gunung-gunung itu kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal gunung-gunung itu bergerak sebagaimana awanbergerak.(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh segala sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.( QS. Al-Naml [27]: 88).

 Saat bencana menimpa kita baru menyadari bahwa kita tidak mempunyai kekuatan apapun yang mampu mencegahnya. Bahkan dengan peralatan secanggih apapun. Sudah selayaknya manusia sebagai makhluk ciptaannya juga patuh. Sebagai muslim sejatinya kita mampu menjawab simpul besar dalam kehidupan yaitu dari mana kita berasal?

‌Ketika kita menjawab bahwa kita berasal dari Allah SWT maka konsekwensi nya kita harus tunduk patuh kepada apa yang Allah SWT perintah kan. Karena kita hanya makhluk ciptaannya.

Berbagai bencana yang menimpa negeri ini sudah seharusnya menjadi bahan muhasabah bagi kita selaku umat muslim, apakah sudah menjalankan syariat yang Allah SWT perintahkan? Sebagian besar kemaksiatan yang terjadi di negeri ini tidak bisa dikendalikan oleh individu masyarakat saja, apalagi hanya ormas tertentu. Akan tetapi perlu adanya suatu sistem yang di terapkan negara.

Hanya lah islam yang mempunyai sistem yang sempurna dan paripurna. Karena hukum yang bersumber dari AL Qur’an tidak hanya mengatasi kemaksiatan akan tetapi Al Qur’an mengatur bagaimana mencegah sebelum terjadi kemaksiatan. Islam menjaga semua hal yang menimbulkan kemaksiatan.

- Menjaga akal manusia ( dengan larangan/mengharamkan khamr/miras, narkoba)
- Menjaga Keturunan manusia ( hukuman dera/cambuk bagi pezina)

- Menjaga Jiwa ( Penerapan hukum qishash)
- Menjaga Harta ( Potong tangan bagi pencuri)

- Menjaga agama ( hukum arti bagi yang murtad)
- Menjaga Kesatuan negara ( perintah memerangi pemberontak)

Dan Allah menjanjikan dalam Al-Qur’an TQS (Al-'A`rāf):96 - Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.[MO/ge]

Posting Komentar