Oleh: irohima

Mediaoposisi.com-Kenaikan harga pangan menjelang akhir tahun seolah telah menjadi tradisi.Alasan cuaca buruk,panen yang  gagal,dan sederet alasan lainnya dibuat jadi tameng untuk mengelak dari persoalan yang tiada berkesudahan.

Menurut Institute For Development of Economicsand Finance ( Indef) tren kenaikan harga pangan terjadi karena disebabkan ada beberapa komponen seperti ancaman inflasi.

Menurut Eko Listianto,wakil direktur Indef,inflasi harga yang diatur pemerintah dengan inflasi bergejolak kerap menjadi pemicu lonjakan inflasi di indonesia, Pemicu melonjaknya inflasi harga yang diatur pemerintah biasanya berasal dari kenaikan BBM dan tarif dasar listrik,sementara inflasi barang bergejolak terjadi ketika permintaan bahan pangan dan makanan mengalami lonjakan saat lebaran,natal dan tahun baru.

Saat rata rata nilai tukar rupiah melonjak pada juli 2018, Rp.14.414, inflasi turut melonjak hingga 0,41% yg merupakan angka tertinggi  sepanjang januari hingga oktoberb 2018 .Beberapa komoditas yg dinilai jadi pemicu berasal dari volatile food ( beras,daging ayam,telur dan bumbu dapur yg diprediksi akan mendorong inflasi ).

Selanjutnya adalah masalah impor.Impor yg tidak berkesudahan seakan selalu menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan rakyat,padahal komponen pangan di indonesia mampu diberdayakan di tingkat petani dalam negeri.

Maraknya impor terjadi karena kurangnya perhatian dari pemerintah ,harusnya impor di minimalkan untuk mengurangi defisit transaksi berjalan ditengah ekspor yg tertekan.ekspor indonesia lebih rendah dari impor,sejak 2007 neraca perdagangan hasil pertanian selalu defisit,bahkan permintaan valas turut mengguncang stabilitas rupiah.

Juga masalah data pangan seperti beras yg di pemerintahan tidak akurat merupakan polemik tersendiri yg menjadi masalah pemerintah menentukan kebijakan ke depannya.

Melihat dari data BPS beras kualitas premium,medium dan rendah mengalami kenaikan antara  1,3% s/d 2,52 % pada november 2018 .Kepala Badan Pusat Statistik Suharyanto mengatakan kenaikan itu   masih dianggap wajar  dan terkendali karena tidak jauh berbeda dengan harga biasa pada periode sama pada tahun 2017.

Kita tak bisa menjadikan data sebagai satu satunya indikator kestabilan harga pangan dan kita juga tak bisa membandingkan kenaikan yang berbeda  pada setiap bulannya untuk bisa menyimpulkan bahwa kenaikan harga pangan yang terjadi masih dalam tahap wajar,kenaikan harga setiap tahunnya sangat berdampak buruk bagi rakyat menengah ke bawah,menurunnya daya beli masyarakat ,kelangkaan barang  dan tingginya harga kebutuhan pokok akan menimbulkan masalah baru lainnya,kemiskinan dan kekurangan gizi ,maraknya impor pun membuat SDM tak lagi maksimal ,tingginya kerugian dan modal membuat mereka kehilangan pekerjaan hingga berefek banyaknya pengangguran dan kemiskinan pun meningkat.

Meningkatnya kebutuhan rakyat pada moment tertentu seperti lebaran ,natal dan tahun baru adalah hal yang selalu terjadi tiap tahun ,harusnya antisipasi atas keadaan ini dilakukan sejak jauh hari bukannya dijadikan alasan atas ketidakstabilan harga pangan.karena kebutuhan akan pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harusnya mendapat perhatian.

Ketahanan pangan dalam islam

Terpenuhinya kebutuhan bagi tiap individu akan menentukan ketahanan pangan negara.

ketersediaan  pangan dan keterjangkauan bahan pangan yg dibutuhkan oleh rakyat  besar pengaruhnya terhadap kesejahteraan dan kualitas SDM ,hal ini berpengaruh pada kemampuan, kekuatan dan stabilitas negara.

Kemandirian panganNegara akan mengelola semaksimal mungkin Sumber daya alam dan lahan pertanian dan mengatur serta membuat kebijakan  dan akan menghilangkan ketergantungan pangan dengan negara lain,karena jika kebutuhan pokok dan utama bergantung pada negara lain bisa membuat nasib negara tergadai.ketergantungan pada impor bisa berpengaruh pada stabilitas ekonomi serta bisa jadi pemicu krisis.akibatnya stabilitas dan ketahanan pangan negara terancam.

Dalam islam negara bertugas mengurus umat.Islam mewajibkan negara menjamin pemenuhan kebutuhan pokok pangan ( selain pokok sandang,papan serta kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan dan keamanan) seluruh rakyat individu perindividu.

Rasulullah saw bersabda " segala sesuatu selain naungan rumah,roti tawar,dan pakaian yang menutup aurat dan air.lebih dari itu maka tidak ada hak bagi anak Adam di dalamnya ( Imam Ahmad,sanad dari Ahmad Syukri dari jalur Utsman hin Affan),yang artinya pangan papan dan sandang itu sudah cukup dan didalamnya ada kecukupan.tiga kebutuhan inilah yg menjadi kebutuhan pokok lebih dari itu bukan kebutuhan pokok.

Pengelolaan SDA dan lahan pertanian secara maksimal yang sepenuhnya di atur oleh  negara dengan syariat islam akan membawa kesejahteraan bagi rakyat,kenaikan harga pangan tak kan menjadi tren ,pengangguran tak kan meluas,Tak kan ada lagi kekhawatiran akan banyaknya impor.[Mo/an]












Posting Komentar