Oleh : Della Novita Sari
(Anggota Muslimah Jambi Menulis)

Mediaoposisi.com-Menjelang akhir tahun masyarakat selalu saja diresahkan dengan kenaikan harga bahan pangan. Momentum natal dan tahun baru selalu menjadi tameng yang kuat bagi pemerintah agar mayarakat tetap memaklumi kondisi ini. Padahal masyarakat sangat membutuhkan kepastian akan stabilnya harga-harga bahan pangan ini.

Save uighur

Menurut Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listyanto pemerintah tidak bisa terus menerus berlindung dengan alasan kedua momen tersebut. Pemerintah harus menekan dan menstabilkan harga pangan agar inflasi tetap terkendali (dilansir dari m.liputan6.com)

Bahan pangan merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang seharusnya bisa dipenuhi oleh Negara dan Negara seharusnya mampu untuk menjaga kestabilan harga dari bahan-bahan tersebut. Dengan dalih kedua moment diakhir tahun sebagai pembenaran naiknya harga pangan sebenarnya merupakan wujud gagalnya rezim ini dalam mengurusi rakyatnya.

Kejadian ini terus berulang dari tahun ke tahun dan masih saja dengan alasan yang sama. Seharusnya pemerintah mampu mencari solusi dan menjadikan kondisi tahun-tahun yang lalu sebagai pembela-jaran agar kondisi ini tidak terus berulang ditahun-tahun berikutnya. Tapi mirisnya upaya untuk mengatasi masalah ini sangat minim sekali, bahkan untuk menutupi kebutuhan pangan dalam negri pemerintah sangat bergantung pada impor.

Tapi wajar saja rasanya hal itu terjadi mengingat sistem yang diterapkan dalam kehidupan hari ini. Kesulitan yang dirasakan oleh rakyat tidak lagi menjadi pertimbangan oleh para penguasa dalam mengambil kebijakan. Berbagai kebijakan diambil hanya jika terdapat keuntungan didalamnya tanpa menimbang bagaimana perasaan rakayatnya.

Bukannya mengupayakan bagaimana agar produksi pangan diIndonesia meningkat pemerintah malah melakukan impor secara besar-besaran. Keputusan dalam melakukan impor ini jelas sekali menunjukan rasa ketidak pedulian pemerintah terhadap rakyatnya dan dapat dilihat bahwa kebijakan impor ini semata-mata hanya untuk membahagiakan para kapialis saja. Keuntungan satu-satunya yang menjadi tolak ukur dalam mengambil kebijakan.

Begitulah jadinya kalau sistem yang dipakai adalah sistem kapitalis dimana orang-orang yang memiliki uang akan semakin berjaya kehidupannya sementara orang-orang yang tidak memiliki uang akan semakin terjepit. Hal ini menjadi bukti abainya Negara dalam mengurusi urusan rakyatnya sehingga dari tahun-ketahun masalah ini terus berulang dan menjadi tradisi tanpa ada kebijakan yang solutif untuk mengatasi masalah ini.

Berbeda dengan kepemimpinan Islam yaitu khilafah islamiyyah takkan ada masyarakat yang merasa di dzalimi dengan kebijakan-kebijakan pemerintahannya. Sebab dalam sistem ini tugas pemerintah tak lain untuk mengurusi urusan masyarakat. Seperti sabda Rasulullah: “imam (khilafah) raa’in (pengurus hajat hidup rakyat) dan dia bertanggung jawab terhadap rakyatnya” HR Muslim dan Ahmad.

Apalagi soal pangan yang merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat pasti mampu di tangani dengan baik oleh Negara. Karena ketahanan pangan merupakan pilar ketahanan Negara yang wajib diwujudkan oleh khilafah karena konsekuensinya terhadap stabilitas dalam negri. Dan Negara akan mengambil andil penuh terhadap pengelolaan pangan yang berpedoman pada syariah Islam.

Negara wajib untuk menerapkan kebijakan dalam mengatasi kelangkaan kebutuhan pangan salah satunya dengan cara memanfaatkan Negara agraris secara optimal.

Menyuplai segala bentuk kebutuhan sarana produksi pertanian, petani akan diberikan bantuan, dukungan fasilitas baik dalam bentuk modal, peralatan, benih, teknologi, dan hal lainnya yang diperlukan didalam budidaya sehingga seluruh lahan yang ada akan produktif. Ini merupakan sebentuk bukti keseriusan Negara dalam mengurusi urusan umatnya.

Alhasil, jika kita berpedoman pada syariat islam dalam masalah pangan ini maka akan mampu menjaga kestabilan harga pangan. Wallahu a’lam . Sudah saatnya kita membuka mata dengan berbagai fakta saat ini dan menyadarkan saudara-saudara kita akan kebobrokan sistem ini. Dan kembali menggunakan aturan Allah untuk menjalani kehidupan.[MO/ge]

Posting Komentar